LATAR
BELAKANG
Sejarah adalah suatu pengetahuan yang menggambarkan
riwayat atau kejadian-kejadian, perubahan yang betul-batul terjadi di masa
lampau sampai sekarang.
Sejarah keperawatan adalah pengetahuan yang
menggambarkan perubahan-perubahan dan kemajuan-kemajuan dibidang keperawatan
sejak zaman dulu sampai sekarang.
Pembagian sejarah menurut zaman
a. Zaman
purbakala (4000 SM – 476SM)
b. Zaman
pertengahan (476 SM – 1500 M)
c. Zaman
baru (1500M-1789 M)
d. Zaman
modern (1789 M- Sekarang)
Pada dasarnya proses keperawatan telah
ada sejak zaman purbakala, namun pada masa itu pemeliharaan orang yang sakit
baru mengenal tiga hal, yaitu:
1. Mother
instinct
2. Berdasarkan
pengalaman
3. Kepercayaan
(agama) yang masih berbentuk primitif.
Seiring perkembangan zaman, proses
keperawatan semakin maju dan modern, tidak hanya di bidang cara keperawatan
namun metode, peralatan yang mendukung proses keperawatan pun semakin baik dan
modern.
RUMUSAN
MASALAH
a. Mahasiswa
belum mengetahui definisi keperawatan
b. Mahasiswa
belum mengetahui sejarah perkembangan keperawatan dunia
c. Mahasiswa
belum mengetahui sejarah perkembangan keperawatan di Indonesia
d. Mahasiswa
belum mengetahui falsafah keperawatan
TUJUAN
a. Mahasisawa
mengetahui definisi keperawatan
b. Mahasiswa
mengetahui sejarah perkembangan keperewatan dunia
c. Mahasiswa
mengetahui sejarah perkembangan keperawatan di Indonesia
d. Mahasiswa
mengetahui falsafah keperawatan
MANFAAT
Dengan mempelajari sejerah keperawaan mahasiswa akan
mengetahui perkembangan keperawatan di dunia dan juga perkembangan keperawatan
di Indonesia, baik dari definisi keperawatan itu sendiri, sejarah perkembangan
keperawatan dunia, sejerah perkembangan keperawatan di Indonesia dan falsafah
keperawatan.
Hal ini akan membuat mahasiswa menjadi ebih dewasa
dan siap untuk terjun dalam dunia keperawatan di masa depan.
SEJARAH KEPERAWATAN
DEFINISI
KEPERAWATAN
Perawat adalah mereka yang memiliki kemampuan dan kewenangan
melakukan tindakan keperawatan berdasarkan ilmu yang dimilikinya yang diperoleh
melalui pendidikan keperawatan (UU Kesehatan No. 23, 1992).
Menurut Effendy, keperawatan adalah pelayanan essensial yang diberikan oleh perawat
terhadap individu, keluarga dan masyarakat. Pelayanan yang diberikan adalah
upaya mencapai derajat kesehatan semaksimal mungkin sesuai dengan potensi yang
dimiliki dalam menjalankan kegiatan di bidang promotif, preventif, kuratif dan
rehabilitatif dengan menggunakan proses keperawatan.
Merawat mempunyai suatu posisi sentral. Merawat merupakan suatu
kegiatan dalam ruang lingkup yang luas yang dapat menyangkut diri kita sendiri,
menyangkut sesuatu yang lain dan menyangkut lingkungan. Jika kita merawat sesuatu, kita menginginkan hasil
yang dicapai akan memuaskan. Jadi kita akan selalu berusaha untuk mencapai
sesuatu keseimbangan antara keinginan kita dan hasil yang akan diperoleh.
SEJARAH PERKEMBANGAN
KEPERAWATAN INTERNASIONAL
Merawat orang sama tuanya dengan
keberadaan umat manusia. Oleh karena itu perkembangan keperawatan, termasuk
yang kita ketahui saat ini, tidak dapat dipisahkan dan sangat dipengaruhi oleh
perkembangan struktur dan kemajuan peradaban manusia. Kepercayaan terhadap
animisme, penyebaran agama-agama besar dunia serta kondisi sosial ekonomi
masyarakat.
Perkembangan Keperawatan
Masa Sebelum Masehi
Pada masa sebelum masehi perawatan belum
begitu berkembang, disebabkan masyarakat lebih mempercayai dukun untuk
mengobati dan merawat penyakit. Dukun dianggap lebih mampu untuk mencari,
mengetahui, dan mengatasi roh yang masuk ke tubuh orang sakit.
Demikian juga di Mesir yang bangsanya
masih menyembah Dewa Iris agar dapat disembuhkan dari penyakit. Sementara itu
bangsa Cina menganggap penyakit disebabkan oleh setan atau makhluk halus dan
akan bertambah parah jika orang lain menyentuh orang sakit tersebut. Kemudian
di Yunani, pada masa itu juga menyembah dewa-dewa. Dewa yang terkenal pada masa
itu adalah asklepius, Dewa ini terkenal sebagai dewa pengobatan, anaknya adalah
dewa kebersihan yaitu hygeija, dari sinilah awal kata hygene.
Mendekati masa masehi, dunia pengobatan
berkembang, di tandai dengan munculnya bapak pengobatan dari Yunani yaitu Hipocrates. Hipocrates mengajarkan
bahwa penyakit bukanlah disebabkan oleh setan ataupun nasib, melainkan
teranggunya undang-undang alam, misalnya panas, hawa, Ia juga mengenalkan
pemeriksaan badan, menitik beratkan fungsi tubuh manusia
Ajaran Hipocrates di bidang keperawatan antaralain:
·
Kompres
air panas dan dingin
·
Orang yang
demam diberi makan yang encer (bubur)
·
Member makan teratur pada penderita jantung
·
Member
banyak minum pada penderita sakit ginjal
Kemudian banyak
tokoh-tokoh bermunculan seperti: Plato dan Socrates, Aristoteles dll.
Sayangnya perkembangan keperawatan di Indonesia tidak banyak
diketahui, hal ini dikarenakan tulisan atau tanda-tanda mengenai keperawatan
tidak dijumpai.
Perkembangan Keperawatan Masa Setelah Masehi
Kemajuan pradaban manusia dimulai ketika manusia mengenal agama.
Penyebaran agama sangat mempengaruhi perkembangan peradaban manusia, sehingga
berdampak positif terhadap perkembangan keperawatan.
a.Perkembangan
Keperawatan Masa Penyebaran Kristen
Pada permulaan Masehi, Agama Kristen mulai berkembang. Pada masa
itu, keperawatan mengalami kemajuan yang berarti, seiring dengan kepesatan
perkembangan Agama Kristen. Ini dapat di lihat pada masa pemerintahan Lord
Constantine, yang mendirikan Xenodhoeum atau hospes (latin), yaitu tempat
penampungan orang yang membutuhkan pertolongan terutama bagi orang-orang sakit
yang memerlukan pertolongan dan perawatan.
Diakones (pengabdi/pelayan), mereka juga berperan penting dalam
membantu pendeta, menolong orang yang sakit dan orang miskin. Tokohnya yaitu
phube. Kemudian St Elizabeth dari Hongaria yang pada masa itu mendirikan
beberapa rumah sakit, diantaranya:
1.
RS St
Anna, di Eisenbech: Jerman
2.
Rumah
sakit kecil dekat Wartburg: Jerman
3.
Rumah
sakit di martburg: Jerman
b.Perkembangan
Keperawatan Masa Penyebaran Islam
Pada pertengahan Abad VI Masehi, Agama Islam mulai berkembang.
Pengaruh Agama Islam terhadap perkembangan keperawatan tidak terlepas dari
keberhasilan Nabi Muhammad SAW menyebarkan Agama Islam. Memasuki Abad VII
Masehi Agama Islam tersebar ke berbagai pelosok Negara. Pada masa itu di
Jazirah Arab berkembang pesat ilmu pengetahuan seperti: ilmu pasti, ilmu kimia,
hygiene dan obat-obatan. Prinsip-prinsip dasar perawatan kesehatan seperti
pentingnya menjaga kebersihan makanan, air dan lingkungan berkembang secara
pesat. Tokoh keperawatan yang terkenal dari dunia Arab pada masa tersebut
adalah “Rafida”. Dalam hal ini masyarakat arab lebih maju di banding dengan
orang Eropa, hal ini ditandai dengan adanya:
1.
Sekolah
kedokteran
2.
Sekolah
ahli dokter dan membuat pharmacopen
3.
Mendirikan
rumah sakit yang terkenal di Baghdad, Irak
4.
Menjadikan
kepala rumah sakit adalah dokter yang berpendidikan
5.
Perawat
adalah tenaga terdidik dari kaum pria ataupun wanita.
c.Perkembangan
Keperawatan Masa Kekuasaan
Pada permulaan Abad XVI, struktur dan orientasi masyarakat mengalami
perubahan, dari orientasi kepada agama berubah menjadi orientasi kepada
kekuasaan, yaitu: perang, eksplorasi kekayaan alam serta semangat kolonialisme.
Pada masa itu telah terjadi kemunduran terhadap perkembangan keperawatan,
dimana gereja dan tempat-tempat ibadah ditutup, sehingga tenaga perawat sangat
jauh berkurang. Untuk memenuhi kekurangan tenaga tersebut maka digunakanlah
bekas wanita jalanan (WTS) yang telah bertobat sebagai,perawat, sehingga
derajat seorang perawat turun sangat drastis dipandangan masyarakat saat itu.
Pengaruh peperangan pada masa ini juga sangat berpengaruh,
diantaranya adalah penngaruh perang salib, perang yang terjadi selama VII
periode ini berampak buruk bagi peradaban, namun terjadi perkembangan di dunia
keperawatan. Akibat dari perang salib banyak terjadi kecelakaan dankelaparan
serta timbul banyak penyakit, untuk keperluan merawat maka dibangun rumah sakit,
perkembangan keperawatan di bidang PPPK, kedisiplinan keperawatan menjadi keras
dan pertukaran ilmu pengetahuan dari orang barat dengan orang timur.
3.Perkembangan Keperawatan di
Inggris
Perkembangan keperawatan di Inggris sangat penting untuk kita pahami,
karena Inggris melalui Florence Nightingle telah membuka jalan bagi kemajuan
dan perkembangan keperawatan yang kemudian diikuti oleh negara-negara lain.
Florence Nightingle, lahir dari keluarga kaya dan terhormat pada
tahun 1820 di Flronce (Italia). Setahun setelah kelahirannya, keluarga Florence
kembali ke Inggris. Di Inggris Florence mendapatkan pendidikan sekolah yang
baik sehingga ia mampu menguasai bahasa Perancis, Jerman, dan Italia. Pada usia
31 tahun Florence mengikuti kursus pendidikan perawat di Keiserwerth (Italia)
dan Liefdezuster di Paris, dan setelah pendidikan ia kembali ke Inggris.
Pada saat Perang Krim (Crimean War) terjadi di Turki tahun 1854,
Florence bersama 38 suster lainnya di kirim ke Turki. Berkat usaha Florence dan teman-teman, telah
terjadi perubahan pada bidang hygiene dan keperawatan dengan indikator angka
kematian turun sampai 2%.
Kontribusi Florence Nightingle bagi
perkembangan keperawatan adalah menegaskan bahwa nutrisi merupakan satu bagian
penting dari asuhan keperawatan, meyakinkan bahwa okupasional dan rekreasi
merupakan suatu terapi bagi orang sakit, mengidentifikasi kebutuhan personal
klien dan peran perawat untuk memenuhinya, menetapkan standar manajemen rumah
sakit, mengembangkan suatu standar okupasi bagi klien wanita, mengembangkan
pendidikan keperawatan, menetapkan 2 (dua) komponen keperawatan, yaitu: kesehatan
dan penyakit. Meyakinkan bahwa keperawatan berdiri sendiri dan berbeda dan
berbeda dengan profesi kedokteran dan menekankan kebutuhan pendidikan berlanjut
bagi perawat.
SEJARAH PERKEMBANGAN
KEPERAWATAN NASIONAL
Sejarah Perkembangan Keperawatan Sebelum
Kemerdekaan
Pada masa pemerintahan kolonial Belanda,
perawat berasal dari penduduk pribumi yang disebut “velpleger” dengan dibantu
“zieken oppaser” sebagai penjaga orang sakit. Mereka bekerja pada rumah sakit
Binnen Hospital di Jakarta yang didirikan tahun 1799.
Pada masa VOC berkuasa,
Gubernur Jendral Inggris Raffles (1812-1816), telah memiliki semboyan
“Kesehatan adalah milik manusia” Pada saat itu Raffles telah melakukan
pencacaran umum, membenahi cara perawatan pasien dengan gangguan jiwa serta
memperhatikan kesehatan dan perawatan tahanan.
Setelah pemerintah kolonial
kembali ke tangan Belanda, di Jakarta pada tahun 1819 didirikan beberapa rumah
sakit. Salah satunya adalah rumah sakit Sadsverband yang berlokasi di
Glodok-Jakarta Barat. Pada tahun 1919 rumah sakat tersebut dipindahkan ke
Salemba dan sekarang dengan nama RS. Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Dalam kurun waktu 1816-1942 telah
berdiri beberapa rumah sakit swasta milik misionaris katolik dan zending
protestan seperti: RS. Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Cikini-Jakarta Pusat,
RS. St. Carolos Salemba-Jakarta Pusat. RS. St Bromeus di Bandung dan RS.
Elizabeth di Semarang. Bahkan pada tahun 1906 di RS. PGI dan tahun 1912 di RSCM
telah menyelenggarakan pendidikan juru rawat. Namun kedatangan Jepang
(1942-1945) menyebabkan perkembangan keperawatan mengalami kemunduran.
Sejarah Perkembangan Keperawatan Setelah
kemerdekaan
a.
Periode 1945 -1962
Tahun 1945 s/d 1950 merupakan masa
transisi pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Perkembangan
keperawatan pun masih jalan di tempat. Ini dapat dilihat dari pengembanagan
tenaga keperawatan yang masih menggunakan system pendidikan yang telah ada,
yaitu perawat lulusan pendidikan Belanda (MULO + 3 tahun pendidikan), untuk
ijazah A (perawat umum) dan ijazah B untuk perawat jiwa. Terdapat pula
pendidikan perawat dengan dasar (SR + 4 tahun pendidikan) yang lulusannya
disebut mantri juru rawat.
Baru kemudian tahun 1953 dibuka sekolah
pengatur rawat dengan tujuan menghasilkan tenaga perawat yang lebih
berkualitas. Pada tahun 1955, dibuka Sekolah Djuru Kesehatan (SDK) dengan
pendidikan SR ditambah pendidikan satu tahun dan sekolah pengamat kesehatan
sebagai pengembangan SDK, ditambah pendidikan lagi selama satu tahun.
Pada tahun 1962 telah dibuka Akademi
Keperawatan dengan pendidikan dasar umum SMA yang bertempat di Jakarta, di RS.
Cipto Mangunkusumo. Sekarang dikenal dengan nama Akper Depkes di Jl. Kimia No.
17 Jakarta Pusat.
Walupun sudah ada pendidikan tinggi namun
pola pengembangan pendidikan keperawatan belum tampak, ini ditinjau dari
kelembagaan organisasi di rumah sakit. Kemudian juga ditinjau dari masih
berorientasinya perawat pada keterampilan tindakan dan belum dikenalkannya
konsep kurikulum keperawatan. Konsep-konsep perkembangan keperawatan belum
jelas, dan bentuk kegiatan keperawatan masih berorientasi pada keterampilan
prosedural yang lebih dikemas dengan perpanjangan dari pelayanan medis.
b. Periode 1963-1983
Periode ini masih belum banyak
perkembangan dalam bidang keperawatan. Pada tahun 1972 tepatnya tanggal 17
April lahirlah organisasi profesi dengan nama Persatuan Perawat Nasional
Indonesia (PPNI) di Jakarta. Ini merupakan suatau langkah maju dalam
perkembangan keperawatan. Namun baru mulai tahun 1983 organisasi profesi ini
terlibat penuh dalam pembenahan keperawatan melalui kerjasama dengan CHS,
Depkes dan organisasi lainnya.
c . Periode
1984 Sampai Dengan Sekarang
Pada tahun 1985, resmi dibukanya
pendidikan S1 keperawatan dengan nama Progran Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) di
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesi di Jakarta. Sejak saat itulah PSIK-UI
telah menghasilkan tenaga keperawatan tingkat sarjana sehingga pada tahun 1992
dikeluarkannya UU No. 23 tentang kesehatan yang mengakui tenaga keperawatan
sebagai profesi.
Pada tahun 1996 dibukanya PSIK di
Universitas Padjajaran Bandung. Pada tahun 1997 PSIK-UI berubah statusnya
menjadi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK-UI), dan untuk
meningkatkan kualitas lulusan, pada tahun 1998 kurikulum pendidikan Ners
disyahkan dan digunakan. Selanjutnya juga pada tahun 1999 kurikulum D-III
keperawatan mulai dibenahi dan mulai digunakan pada tahun 2000 sampai dengan
sekarang.
Pada era millenium, keperawatan di indonesia
menunjukkan kemajuan dengan adanya sekolah lanjutan dengan gelar master
keperawatan spesialis (S2). Profesi pada taraf ini
tugas perawat sama dengan tugas seorang dokter. Pendidikan lanjutan ini terdapat di berbagai universitas tinggi Indonesi
Seperti di Jakarta, Bandung, Jogja dan daerah
lainnya. Sedangkan pendidikan S3 untuk keperawatan
Indonesia belum ada, namun di Negara-negara maju seperti Amerika Serikat telah
ada, profesi pada taraf ini perawat bertugas sebagai peneliti suatu penyakit.
FALSAFAH KEPERAWATAN
Falsafah adalah keyakinan terhadap
nila-nilai yang menjadi pedoman untuk mencapai suatu tujuan dan dipakai sebagai
pandangan hidup, falsafah menjadi cirri utama pada suatu komunitas baik komuniitas
berskala besar maupun berskala kecil, yang salah satunya adalah profesi
keperawatan. Jadi, falsafah keperawatan adalah keyakinan perawat terhadap
nilai-nilai keperawatan yang menjadi pedoman dalam memberikan asuhan
keperawatan, baik kepada individu, keluarga, kelompok maupun masyarakat.
Keyakinan terhadap nilai-nilai keperawatan harus menjadi pegangan setiap
perawat.
Jadi
falsafah keperawatan itu harus sudah tertananam dalam diri setiap perawat, dan
menjadi pedoman baginya untuk berprilaku, baik ditempat kerja maupun
dipergaulan social lainnya, falsafah keperawatan bukan hal yang harus dihafal,
melainkan sebuah baju yang melekat pada diri perawat.
Beberapa keyakinan yang harus dimiliki perawat dalam
melakukan asuhan keperawatan adalah sebagai berikut:
1.
Manusia adalah individu yang memiliki biopsikososial dan
spiritual yang unik
2.
Keperawatan adalah bantuan bagi umat manusia yang
bertujuanmeningkatkan derajad kesehatan yang optimal
3.
Tujuan asuhan keperawatan dapat dicapai melalui usaha
bersama dari semua anggota tim kesehatan dan pasien/ keluarga
4.
Dalam melaksanakan asuhankeperawatan, perawat menggunakan
proses keperawatan untuk memenuhi kebutuhan klien
5.
Perawat bertanggung jawab dan bertanggung gugat, memiliki
wewenang dalam melakukan asuhan keperawatan secara utuh berdasarkan standar
asuhan keperawatan.
6.
Pendidikan keperawatan harus dilaksanakan terus-menerus
untuk mewujudkan pertumbuhan dan perkembangan staf dalam pelayanan kesehatan
KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN
Definisi
Keperawatan.
Perawat adalah mereka yang memiliki kemampuan
dan kewenangan melakukan tindakan keperawatan berdasarkan ilmu yang dimilikinya
yang diperoleh melalui pendidikan keperawatan. Keperawatan adalah keperawatan
adalah pelayanan essensial yang diberikan oleh perawat terhadap individu,
keluarga dan masyarakat.
sejarah
perkembangan keperawatan dunia
sejarah perkembangan
keperawatan di dunia berlangsunag dari masa sebelum masehi, masa setelah
masaehi hingga sekarang. Merawat orang sama tuanya dengan keberadaan umat
manusia. Oleh karena itu perkembangan keperawatan, termasuk yang kita ketahui
saat ini, tidak dapat dipisahkan dan sangat dipengaruhi oleh perkembangan
struktur dan kemajuan peradaban manusia. Kepercayaan terhadap animisme,
penyebaran agama-agama besar dunia serta kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Sejarah
Perkembangan Keperawatan di Indonesia
sejarah perkembangan
keperawatan di Indonesia berlangsung selama masa perjuang, masa setelah
perjuangan hingga sekarang. Namun sayangnya perkembangan di Indonesia pada masa
sejarah tidak dapat dijelaskan karena tidak adanya tanda-tanda sejarah yang
dapat dijumpai.
Falsafah
Keperawatan.
falsafah keperawatan adalah keyakinan terhadap
nila-nilai yang menjadi pedoman untuk mencapai suatu tujuan dan dipakai sebagai
pandangan hidup, falsafah menjadi cirri utama pada suatu komunitas baik
komuniitas berskala besar maupun berskala kecil, yang salah satunya adalah
profesi keperawatan. Jadi, falsafah keperawatan adalah keyakinan perawat
terhadap nilai-nilai keperawatan yang menjadi pedoman dalam memberikan asuhan
keperawatan, baik kepada individu, keluarga, kelompok maupun masyarakat.
SARAN
Untuk menjadi perawat yang profesional kita harus tahu tentang sejarah perkembangan keperawatan, karena dengan mengetahui sejarah perkembangankeperawatan kita dapat mengetahui sampai dimana perkembangan keperawatan pada masa dahulu dan dimana letak kekurangan dan kelebihan keperawatan pada masa dahulu sehingga kita bisa memperbaiki kekurangan tersebut hingga menjadi lebih baik .
Untuk menjadi perawat yang profesional kita harus tahu tentang sejarah perkembangan keperawatan, karena dengan mengetahui sejarah perkembangankeperawatan kita dapat mengetahui sampai dimana perkembangan keperawatan pada masa dahulu dan dimana letak kekurangan dan kelebihan keperawatan pada masa dahulu sehingga kita bisa memperbaiki kekurangan tersebut hingga menjadi lebih baik .
Bangsa
yang besar adalah bangsa yang tahu, mengerti dan paham akan sejarah, Begitu
juga dalam dunia keperawatan, sejarah akan membuat jiwa seorang perawat menjadi
besar, tangguh dan tidak mudah menyerah dalam kondisi apapun
DAFTAR
PUSTAKA
A.Senirang, M. antoni, Sejarah Keperawatan, Perdakhi, Palembang
Alimul, A.H. (2002) Pengantar Pendidikan Keperawatan. Sagung Seto: Jakarta
Effendy,
N, Pengantar Proses Keperawatan, EGC:
Jakarta
Gaffar,
L.O.J, Pengantar Praktik Keperawatan
Profesional. EGC:
Jakarta
Hidayat,A.
Aziz Alimul. 2009. Pengantar Konsep Dasar
Keperawatan. Salemba Medika :
Jakarta
Stevens,
P.J.M, et al. Ilmu Keperawatan. Jilid
I, Ed. 2. EGC: Jakarta
LEMBAR KONSULTASI
Kelompok :
1 (satu)
Judul Makalah :
Sejarah perkembangan Keperawatan
Internasional dan Nasional
Dosen Pembimbing :
Trilia, S.Pd, M.Kes.
|
No.
|
Tanggal
|
Hal
yang dikonsultasikan
|
Paraf
|
|
|
|
|
|
Pembimbing Akademik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar