Sabtu, 07 Juni 2014

sejarah keperawatan




LATAR BELAKANG
Sejarah adalah suatu pengetahuan yang menggambarkan riwayat atau kejadian-kejadian, perubahan yang betul-batul terjadi di masa lampau sampai sekarang.
Sejarah keperawatan adalah pengetahuan yang menggambarkan perubahan-perubahan dan kemajuan-kemajuan dibidang keperawatan sejak zaman dulu sampai sekarang.
Pembagian sejarah menurut zaman
a.    Zaman purbakala (4000 SM – 476SM)
b.    Zaman pertengahan  (476 SM – 1500 M)
c.    Zaman baru (1500M-1789 M)
d.    Zaman modern (1789 M- Sekarang)
Pada dasarnya proses keperawatan telah ada sejak zaman purbakala, namun pada masa itu pemeliharaan orang yang sakit baru mengenal tiga hal, yaitu:
1.      Mother instinct
2.      Berdasarkan pengalaman
3.      Kepercayaan (agama) yang masih berbentuk primitif.


Seiring perkembangan zaman, proses keperawatan semakin maju dan modern, tidak hanya di bidang cara keperawatan namun metode, peralatan yang mendukung proses keperawatan pun semakin baik dan modern.
RUMUSAN MASALAH
a.    Mahasiswa belum mengetahui definisi keperawatan
b.    Mahasiswa belum mengetahui sejarah perkembangan keperawatan  dunia
c.    Mahasiswa belum mengetahui sejarah perkembangan keperawatan di Indonesia
d.    Mahasiswa belum mengetahui falsafah keperawatan


     TUJUAN
a.    Mahasisawa mengetahui definisi keperawatan
b.    Mahasiswa mengetahui sejarah perkembangan keperewatan dunia
c.    Mahasiswa mengetahui sejarah perkembangan keperawatan di Indonesia
d.    Mahasiswa mengetahui falsafah keperawatan




     MANFAAT

Dengan mempelajari sejerah keperawaan mahasiswa akan mengetahui perkembangan keperawatan di dunia dan juga perkembangan keperawatan di Indonesia, baik dari definisi keperawatan itu sendiri, sejarah perkembangan keperawatan dunia, sejerah perkembangan keperawatan di Indonesia dan falsafah keperawatan.
Hal ini akan membuat mahasiswa menjadi ebih dewasa dan siap untuk terjun dalam dunia keperawatan di masa depan.










SEJARAH KEPERAWATAN
 DEFINISI KEPERAWATAN
Perawat adalah mereka yang memiliki kemampuan dan kewenangan melakukan tindakan keperawatan berdasarkan ilmu yang dimilikinya yang diperoleh melalui pendidikan keperawatan (UU Kesehatan No. 23, 1992).

Menurut Effendy, keperawatan adalah pelayanan essensial yang diberikan oleh perawat terhadap individu, keluarga dan masyarakat. Pelayanan yang diberikan adalah upaya mencapai derajat kesehatan semaksimal mungkin sesuai dengan potensi yang dimiliki dalam menjalankan kegiatan di bidang promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif dengan menggunakan proses keperawatan.
Merawat mempunyai suatu posisi sentral. Merawat merupakan suatu kegiatan dalam ruang lingkup yang luas yang dapat menyangkut diri kita sendiri, menyangkut sesuatu yang lain dan menyangkut lingkungan. Jika kita merawat sesuatu, kita menginginkan hasil yang dicapai akan memuaskan. Jadi kita akan selalu berusaha untuk mencapai sesuatu keseimbangan antara keinginan kita dan hasil yang akan diperoleh.



SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN INTERNASIONAL
Merawat orang sama tuanya dengan keberadaan umat manusia. Oleh karena itu perkembangan keperawatan, termasuk yang kita ketahui saat ini, tidak dapat dipisahkan dan sangat dipengaruhi oleh perkembangan struktur dan kemajuan peradaban manusia. Kepercayaan terhadap animisme, penyebaran agama-agama besar dunia serta kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Perkembangan Keperawatan Masa Sebelum Masehi
Pada masa sebelum masehi perawatan belum begitu berkembang, disebabkan masyarakat lebih mempercayai dukun untuk mengobati dan merawat penyakit. Dukun dianggap lebih mampu untuk mencari, mengetahui, dan mengatasi roh yang masuk ke tubuh orang sakit.
Demikian juga di Mesir yang bangsanya masih menyembah Dewa Iris agar dapat disembuhkan dari penyakit. Sementara itu bangsa Cina menganggap penyakit disebabkan oleh setan atau makhluk halus dan akan bertambah parah jika orang lain menyentuh orang sakit tersebut. Kemudian di Yunani, pada masa itu juga menyembah dewa-dewa. Dewa yang terkenal pada masa itu adalah asklepius, Dewa ini terkenal sebagai dewa pengobatan, anaknya adalah dewa kebersihan yaitu hygeija, dari sinilah awal kata hygene.
Mendekati masa masehi, dunia pengobatan berkembang, di tandai dengan munculnya bapak pengobatan dari Yunani yaitu Hipocrates. Hipocrates mengajarkan bahwa penyakit bukanlah disebabkan oleh setan ataupun nasib, melainkan teranggunya undang-undang alam, misalnya panas, hawa, Ia juga mengenalkan pemeriksaan badan, menitik beratkan fungsi tubuh manusia
Ajaran Hipocrates di bidang keperawatan antaralain:
·         Kompres air panas dan dingin
·         Orang yang demam diberi makan yang encer (bubur)
·         Member makan teratur pada penderita jantung
·         Member banyak minum pada penderita sakit ginjal
Kemudian banyak tokoh-tokoh bermunculan seperti: Plato dan Socrates, Aristoteles dll.
Sayangnya perkembangan keperawatan di Indonesia tidak banyak diketahui, hal ini dikarenakan tulisan atau tanda-tanda mengenai keperawatan tidak dijumpai.
Perkembangan Keperawatan Masa Setelah Masehi
Kemajuan pradaban manusia dimulai ketika manusia mengenal agama. Penyebaran agama sangat mempengaruhi perkembangan peradaban manusia, sehingga berdampak positif terhadap perkembangan keperawatan.

a.Perkembangan Keperawatan Masa Penyebaran Kristen
Pada permulaan Masehi, Agama Kristen mulai berkembang. Pada masa itu, keperawatan mengalami kemajuan yang berarti, seiring dengan kepesatan perkembangan Agama Kristen. Ini dapat di lihat pada masa pemerintahan Lord Constantine, yang mendirikan Xenodhoeum atau hospes (latin), yaitu tempat penampungan orang yang membutuhkan pertolongan terutama bagi orang-orang sakit yang memerlukan pertolongan dan perawatan.
Diakones (pengabdi/pelayan), mereka juga berperan penting dalam membantu pendeta, menolong orang yang sakit dan orang miskin. Tokohnya yaitu phube. Kemudian St Elizabeth dari Hongaria yang pada masa itu mendirikan beberapa rumah sakit, diantaranya:
1.      RS St Anna, di Eisenbech: Jerman
2.      Rumah sakit kecil dekat Wartburg: Jerman
3.      Rumah sakit di martburg: Jerman

b.Perkembangan Keperawatan Masa Penyebaran Islam
Pada pertengahan Abad VI Masehi, Agama Islam mulai berkembang. Pengaruh Agama Islam terhadap perkembangan keperawatan tidak terlepas dari keberhasilan Nabi Muhammad SAW menyebarkan Agama Islam. Memasuki Abad VII Masehi Agama Islam tersebar ke berbagai pelosok Negara. Pada masa itu di Jazirah Arab berkembang pesat ilmu pengetahuan seperti: ilmu pasti, ilmu kimia, hygiene dan obat-obatan. Prinsip-prinsip dasar perawatan kesehatan seperti pentingnya menjaga kebersihan makanan, air dan lingkungan berkembang secara pesat. Tokoh keperawatan yang terkenal dari dunia Arab pada masa tersebut adalah “Rafida”. Dalam hal ini masyarakat arab lebih maju di banding dengan orang Eropa, hal ini ditandai dengan adanya:
1.      Sekolah kedokteran
2.      Sekolah ahli dokter dan membuat pharmacopen
3.      Mendirikan rumah sakit yang terkenal di Baghdad, Irak
4.      Menjadikan kepala rumah sakit adalah dokter yang berpendidikan
5.      Perawat adalah tenaga terdidik dari kaum pria ataupun wanita.

c.Perkembangan Keperawatan Masa Kekuasaan
Pada permulaan Abad XVI, struktur dan orientasi masyarakat mengalami perubahan, dari orientasi kepada agama berubah menjadi orientasi kepada kekuasaan, yaitu: perang, eksplorasi kekayaan alam serta semangat kolonialisme. Pada masa itu telah terjadi kemunduran terhadap perkembangan keperawatan, dimana gereja dan tempat-tempat ibadah ditutup, sehingga tenaga perawat sangat jauh berkurang. Untuk memenuhi kekurangan tenaga tersebut maka digunakanlah bekas wanita jalanan (WTS) yang telah bertobat sebagai,perawat, sehingga derajat seorang perawat turun sangat drastis dipandangan masyarakat saat itu.
Pengaruh peperangan pada masa ini juga sangat berpengaruh, diantaranya adalah penngaruh perang salib, perang yang terjadi selama VII periode ini berampak buruk bagi peradaban, namun terjadi perkembangan di dunia keperawatan. Akibat dari perang salib banyak terjadi kecelakaan dankelaparan serta timbul banyak penyakit, untuk keperluan merawat maka dibangun rumah sakit, perkembangan keperawatan di bidang PPPK, kedisiplinan keperawatan menjadi keras dan pertukaran ilmu pengetahuan dari orang barat dengan orang timur.
           
3.Perkembangan Keperawatan di Inggris
Perkembangan keperawatan di Inggris sangat penting untuk kita pahami, karena Inggris melalui Florence Nightingle telah membuka jalan bagi kemajuan dan perkembangan keperawatan yang kemudian diikuti oleh negara-negara lain.
Florence Nightingle, lahir dari keluarga kaya dan terhormat pada tahun 1820 di Flronce (Italia). Setahun setelah kelahirannya, keluarga Florence kembali ke Inggris. Di Inggris Florence mendapatkan pendidikan sekolah yang baik sehingga ia mampu menguasai bahasa Perancis, Jerman, dan Italia. Pada usia 31 tahun Florence mengikuti kursus pendidikan perawat di Keiserwerth (Italia) dan Liefdezuster di Paris, dan setelah pendidikan ia kembali ke Inggris.

Pada saat Perang Krim (Crimean War) terjadi di Turki tahun 1854, Florence bersama 38 suster lainnya di kirim ke Turki. Berkat usaha Florence dan teman-teman, telah terjadi perubahan pada bidang hygiene dan keperawatan dengan indikator angka kematian turun sampai 2%.
Kontribusi Florence Nightingle bagi perkembangan keperawatan adalah menegaskan bahwa nutrisi merupakan satu bagian penting dari asuhan keperawatan, meyakinkan bahwa okupasional dan rekreasi merupakan suatu terapi bagi orang sakit, mengidentifikasi kebutuhan personal klien dan peran perawat untuk memenuhinya, menetapkan standar manajemen rumah sakit, mengembangkan suatu standar okupasi bagi klien wanita, mengembangkan pendidikan keperawatan, menetapkan 2 (dua) komponen keperawatan, yaitu: kesehatan dan penyakit. Meyakinkan bahwa keperawatan berdiri sendiri dan berbeda dan berbeda dengan profesi kedokteran dan menekankan kebutuhan pendidikan berlanjut bagi perawat.






SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN NASIONAL
Sejarah Perkembangan Keperawatan Sebelum Kemerdekaan   
   Pada masa pemerintahan kolonial Belanda, perawat berasal dari penduduk pribumi yang disebut “velpleger” dengan dibantu “zieken oppaser” sebagai penjaga orang sakit. Mereka bekerja pada rumah sakit Binnen Hospital di Jakarta yang didirikan tahun 1799.
      Pada masa VOC berkuasa, Gubernur Jendral Inggris Raffles (1812-1816), telah memiliki semboyan “Kesehatan adalah milik manusia” Pada saat itu Raffles telah melakukan pencacaran umum, membenahi cara perawatan pasien dengan gangguan jiwa serta memperhatikan kesehatan dan perawatan tahanan.
      Setelah pemerintah kolonial kembali ke tangan Belanda, di Jakarta pada tahun 1819 didirikan beberapa rumah sakit. Salah satunya adalah rumah sakit Sadsverband yang berlokasi di Glodok-Jakarta Barat. Pada tahun 1919 rumah sakat tersebut dipindahkan ke Salemba dan sekarang dengan nama RS. Cipto Mangunkusumo (RSCM).
      Dalam kurun waktu 1816-1942 telah berdiri beberapa rumah sakit swasta milik misionaris katolik dan zending protestan seperti: RS. Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Cikini-Jakarta Pusat, RS. St. Carolos Salemba-Jakarta Pusat. RS. St Bromeus di Bandung dan RS. Elizabeth di Semarang. Bahkan pada tahun 1906 di RS. PGI dan tahun 1912 di RSCM telah menyelenggarakan pendidikan juru rawat. Namun kedatangan Jepang (1942-1945) menyebabkan perkembangan keperawatan mengalami kemunduran.

Sejarah Perkembangan Keperawatan Setelah kemerdekaan
a.       Periode 1945 -1962
Tahun 1945 s/d 1950 merupakan masa transisi pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Perkembangan keperawatan pun masih jalan di tempat. Ini dapat dilihat dari pengembanagan tenaga keperawatan yang masih menggunakan system pendidikan yang telah ada, yaitu perawat lulusan pendidikan Belanda (MULO + 3 tahun pendidikan), untuk ijazah A (perawat umum) dan ijazah B untuk perawat jiwa. Terdapat pula pendidikan perawat dengan dasar (SR + 4 tahun pendidikan) yang lulusannya disebut mantri juru rawat.
Baru kemudian tahun 1953 dibuka sekolah pengatur rawat dengan tujuan menghasilkan tenaga perawat yang lebih berkualitas. Pada tahun 1955, dibuka Sekolah Djuru Kesehatan (SDK) dengan pendidikan SR ditambah pendidikan satu tahun dan sekolah pengamat kesehatan sebagai pengembangan SDK, ditambah pendidikan lagi selama satu tahun.
Pada tahun 1962 telah dibuka Akademi Keperawatan dengan pendidikan dasar umum SMA yang bertempat di Jakarta, di RS. Cipto Mangunkusumo. Sekarang dikenal dengan nama Akper Depkes di Jl. Kimia No. 17 Jakarta Pusat.
Walupun sudah ada pendidikan tinggi namun pola pengembangan pendidikan keperawatan belum tampak, ini ditinjau dari kelembagaan organisasi di rumah sakit. Kemudian juga ditinjau dari masih berorientasinya perawat pada keterampilan tindakan dan belum dikenalkannya konsep kurikulum keperawatan. Konsep-konsep perkembangan keperawatan belum jelas, dan bentuk kegiatan keperawatan masih berorientasi pada keterampilan prosedural yang lebih dikemas dengan perpanjangan dari pelayanan medis.
b.      Periode 1963-1983
Periode ini masih belum banyak perkembangan dalam bidang keperawatan. Pada tahun 1972 tepatnya tanggal 17 April lahirlah organisasi profesi dengan nama Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) di Jakarta. Ini merupakan suatau langkah maju dalam perkembangan keperawatan. Namun baru mulai tahun 1983 organisasi profesi ini terlibat penuh dalam pembenahan keperawatan melalui kerjasama dengan CHS, Depkes dan organisasi lainnya.

     

c . Periode 1984 Sampai Dengan Sekarang
Pada tahun 1985, resmi dibukanya pendidikan S1 keperawatan dengan nama Progran Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesi di Jakarta. Sejak saat itulah PSIK-UI telah menghasilkan tenaga keperawatan tingkat sarjana sehingga pada tahun 1992 dikeluarkannya UU No. 23 tentang kesehatan yang mengakui tenaga keperawatan sebagai profesi.
Pada tahun 1996 dibukanya PSIK di Universitas Padjajaran Bandung. Pada tahun 1997 PSIK-UI berubah statusnya menjadi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK-UI), dan untuk meningkatkan kualitas lulusan, pada tahun 1998 kurikulum pendidikan Ners disyahkan dan digunakan. Selanjutnya juga pada tahun 1999 kurikulum D-III keperawatan mulai dibenahi dan mulai digunakan pada tahun 2000 sampai dengan sekarang.
Pada era millenium, keperawatan di indonesia menunjukkan kemajuan dengan adanya sekolah lanjutan dengan gelar master keperawatan spesialis (S2). Profesi pada taraf ini tugas perawat sama dengan tugas seorang dokter. Pendidikan lanjutan ini terdapat di berbagai universitas tinggi Indonesi  Seperti di Jakarta, Bandung, Jogja dan daerah lainnya. Sedangkan pendidikan S3 untuk keperawatan Indonesia belum ada, namun di Negara-negara maju seperti Amerika Serikat telah ada, profesi pada taraf ini perawat bertugas sebagai peneliti suatu penyakit.


FALSAFAH KEPERAWATAN

      Falsafah adalah keyakinan terhadap nila-nilai yang menjadi pedoman untuk mencapai suatu tujuan dan dipakai sebagai pandangan hidup, falsafah menjadi cirri utama pada suatu komunitas baik komuniitas berskala besar maupun berskala kecil, yang salah satunya adalah profesi keperawatan. Jadi, falsafah keperawatan adalah keyakinan perawat terhadap nilai-nilai keperawatan yang menjadi pedoman dalam memberikan asuhan keperawatan, baik kepada individu, keluarga, kelompok maupun masyarakat. Keyakinan terhadap nilai-nilai keperawatan harus menjadi pegangan setiap perawat.
Jadi falsafah keperawatan itu harus sudah tertananam dalam diri setiap perawat, dan menjadi pedoman baginya untuk berprilaku, baik ditempat kerja maupun dipergaulan social lainnya, falsafah keperawatan bukan hal yang harus dihafal, melainkan sebuah baju yang melekat pada diri perawat.
Beberapa keyakinan yang harus dimiliki perawat dalam melakukan asuhan keperawatan adalah sebagai berikut:
1.      Manusia adalah individu yang memiliki biopsikososial dan spiritual yang unik
2.      Keperawatan adalah bantuan bagi umat manusia yang bertujuanmeningkatkan derajad kesehatan yang optimal
3.      Tujuan asuhan keperawatan dapat dicapai melalui usaha bersama dari semua anggota tim kesehatan dan pasien/ keluarga
4.      Dalam melaksanakan asuhankeperawatan, perawat menggunakan proses keperawatan untuk memenuhi kebutuhan klien
5.      Perawat bertanggung jawab dan bertanggung gugat, memiliki wewenang dalam melakukan asuhan keperawatan secara utuh berdasarkan standar asuhan keperawatan.
6.      Pendidikan keperawatan harus dilaksanakan terus-menerus untuk mewujudkan pertumbuhan dan perkembangan staf dalam pelayanan kesehatan















KESIMPULAN DAN SARAN
  KESIMPULAN
       Definisi Keperawatan.
 Perawat adalah mereka yang memiliki kemampuan dan kewenangan melakukan tindakan keperawatan berdasarkan ilmu yang dimilikinya yang diperoleh melalui pendidikan keperawatan. Keperawatan adalah keperawatan adalah pelayanan essensial yang diberikan oleh perawat terhadap individu, keluarga dan masyarakat.
sejarah perkembangan keperawatan dunia
sejarah perkembangan keperawatan di dunia berlangsunag dari masa sebelum masehi, masa setelah masaehi hingga sekarang. Merawat orang sama tuanya dengan keberadaan umat manusia. Oleh karena itu perkembangan keperawatan, termasuk yang kita ketahui saat ini, tidak dapat dipisahkan dan sangat dipengaruhi oleh perkembangan struktur dan kemajuan peradaban manusia. Kepercayaan terhadap animisme, penyebaran agama-agama besar dunia serta kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Sejarah Perkembangan Keperawatan di Indonesia
sejarah perkembangan keperawatan di Indonesia berlangsung selama masa perjuang, masa setelah perjuangan hingga sekarang. Namun sayangnya perkembangan di Indonesia pada masa sejarah tidak dapat dijelaskan karena tidak adanya tanda-tanda sejarah yang dapat dijumpai.
Falsafah Keperawatan.
 falsafah keperawatan adalah keyakinan terhadap nila-nilai yang menjadi pedoman untuk mencapai suatu tujuan dan dipakai sebagai pandangan hidup, falsafah menjadi cirri utama pada suatu komunitas baik komuniitas berskala besar maupun berskala kecil, yang salah satunya adalah profesi keperawatan. Jadi, falsafah keperawatan adalah keyakinan perawat terhadap nilai-nilai keperawatan yang menjadi pedoman dalam memberikan asuhan keperawatan, baik kepada individu, keluarga, kelompok maupun masyarakat.
     
  SARAN
        Untuk menjadi perawat yang profesional kita harus tahu tentang sejarah perkembangan keperawatan, karena dengan mengetahui sejarah perkembangankeperawatan kita dapat mengetahui sampai dimana perkembangan keperawatan pada masa dahulu dan dimana letak kekurangan dan kelebihan keperawatan pada masa dahulu sehingga kita bisa memperbaiki kekurangan tersebut hingga menjadi lebih baik .


Bangsa yang besar adalah bangsa yang tahu, mengerti dan paham akan sejarah, Begitu juga dalam dunia keperawatan, sejarah akan membuat jiwa seorang perawat menjadi besar, tangguh dan tidak mudah menyerah dalam kondisi apapun


















DAFTAR PUSTAKA

A.Senirang, M. antoni, Sejarah Keperawatan, Perdakhi, Palembang
Alimul, A.H. (2002) Pengantar Pendidikan Keperawatan. Sagung Seto: Jakarta
Effendy, N, Pengantar Proses Keperawatan, EGC: Jakarta
Gaffar, L.O.J, Pengantar Praktik Keperawatan Profesional. EGC: Jakarta
Hidayat,A. Aziz Alimul. 2009. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan.     Salemba Medika : Jakarta
Stevens, P.J.M, et al. Ilmu Keperawatan. Jilid I, Ed. 2. EGC: Jakarta

LEMBAR KONSULTASI


Kelompok                                          : 1 (satu)
Judul Makalah                                 : Sejarah perkembangan Keperawatan
                                                         Internasional dan Nasional
Dosen Pembimbing                                    : Trilia, S.Pd, M.Kes.


No.
Tanggal
Hal yang dikonsultasikan
Paraf





                                                                                   



Pembimbing Akademik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar