Sabtu, 07 Juni 2014

TEORI PENDEKATAN SOSIAL DALAM KESEHATAN DAN KONSEP DASAR KESEHATAN



KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nya lah kami dapat menyelesaikan laporan makalah kami yang berjudul “Teori pendekatan sosial dalam kesehatan dan konsep dasar kesehatan ”.
Makalah yang telah kami buat ini berisikan informasi-informasi tentang teori dan konsep kesehatan .Makalah ini kami buat dengan harapan dapat menjadi acuan bagi para mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar. Serta kami berharap makalah ini dapat berguna untuk dipelajari.
Kami menyadari dalam menyusun makalah ini, masih terdapat banyak kekurangan dan kesalahan. Kami mohon maaf atas kesalahan dan kekurangan dalam laporan ini. Dan kami mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun demi sempurnanya makalah ini.
Akhir kata kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah ikut berpartisipasi dalam membuat makalah ini. Semoga makalah dapat berguna untuk sekarang dan masa depan. Amien……


Palembang, 04 Januari 2012


Penyusun

i
KONSEP DASAR KESEHATAN

               konsep dasar kesehatan merupakan suatu lapangan khusus dimana keterampilan hubungan antar manusia serta keterampilan organisasi di terapkan dalam hubungan yang serasi denga keterampilan anggota profesi kesehatan lain dan tenaga social, demi memelihara kesehatan masyarakat. Oeh karena itu, kesehatan ditujukan kepada individu, keluarga, dan kelompok melalui upaya peningkatan kesehatan, pemeliharaan kesehatan, penyuluhan kesehatan, koordinasi, dan pelayana kesehatan berkelanjutan sebagai suatu pendekatan yang komprehensif.


Ø PERAN MASYARAKAT DALAM KESEHATAN
               Selain itu, masyarakat juga di pandang sebagai target pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk mencapai kesehatan, sebagai suatu upaya peningkatan kesehatan dan menggunakan kerja sama sebagai suatu mekanisme dalam mempermudah pencapai tujuan yang berarti masyarakat dilibatkan secara aktif untuk mencapai tujuan tersebut.
               Dalam pelaksanaannya , kesehatan diupayakan dekat dengan masyarakat, sehingga strategi pelayanan kesehatan yang utama merupakan pendekatan yang juga menjadi acuan pelayanan  kesehatan yang akan diberikan. Artinya, upaya pelayanan atau asuhan yang diberikan tersebut merupakan upaya yang esensial atau sangat dibutuhkan oleh masyarakat, dan secara universal upaya tersebut mudah di jangkau.
1
               Dengan demikian di dalam kesehatan pengguanaan tekhnologi tepat guna sangat di tekankan. Wujud aplikasi kegiatan nyatanya adalah tenaga kesehatan mampu melakukan rangsangan atau motifasi masyarakat di wilayah binaan dengan memilih alat edukatif sederhana yang tersedia diwilayah tersebut.
               Peran serta masyarakat tersebut di artikan sebagai suatu proses  dimana individu, keluarga, dan masyarakat bertanggung jawab atas kesehatannya sendiri dengan berperan sebagai pelaku kegiatan upaya peningkatan kesehatannya berdasarkan asas kebersamaan dan kemandirian. Bantuan kesehatan diberikan karena ketidak mampuan, ketidak tahuan, ketidak mauan masyrakat dalam  mengenal masalah kesehatan serta dengan menggunakan potensi lingkungan berusaha memandirikan masyarakat, sehingga pengembangan wilayah setempat (locality development) merupakan bentuk pengorganisasian yang paling tepat digunakan. Didalam praktek kesehatan pendekatan ilmiah yang digunakan adalah proses yang terdiri atas empat tahap, yaitu pengkajian (assesment), perencanaan (planning), pelaksanaan (implementation), dan evaluasi (evaluating).
               Namun, pada kenyataanya belum semua tenaga kesehatan mampu memberikan pelayanan sesuai konsep. Hal ini dapat disebabkan oleh pemahaman yang belum sama mengenai konsep dasar kesehatan dan perananya dalam keperawatan komunitas.





2
TUJUAN KESEHATAN KOMUNITAS

               Tujuan kesehatan adalah untuk pencegahan dan peningkatan  masyarakat melalui upaya-upaya sebagai berikut:
1.    Pelayanan kesehatan secara langsung (directcare) terhadap individu, keluarga, dan kelompok dalam konteks komunitas.

2.    Perhatian langsung terhadap kesehatan seluruh masyarakat (health general community) dengan mempertimbangkan permasalahan atau isu kesehatan masyarakat yang dapat mempengaruhi keluarga, individu, dan kelompok.

               Selanjutnya, secara spesifik diharapkan individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat mempunyai kemampuan untuk:
1.    Mengidentifikasi masalah kesehatan yang di alami.
2.    Menetapkan masalah kesehatan dan memprioritaskan masalah tersebut.
3.    Merumuskan serta memecahkan masalah kesehatan.
4.    Menanggulangi masalah kesehatan yang mereka hadapi.
5.    Mengevaluasi sejauh mana pemecahan masalah yang mereka hadapi, yang akhirnya dapat meningkatkan kemampuan dalam memelihara kesehatan seara mandiri.



3
SASARAN KESEHATAN

               Sasaran kesehatan adalah seluruh masyarakat, termasuk individu, keluarga, dan kelempok, baik yang sehat maupun yang sakit, khususnya mereka yang beresiko tinggi mengalami masalah kesehatan dalam masyarakat, yaitu sebagai berikut:
1.    Individu
             Individu adalah anggota keluarga sebagai kesatuan utuh dari aspek biologi, psikologi, social, dan spiritual.
2.    Keluarga
             keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga, anggota keluarga lainnya yang berkumpul dan tinggal dalam satu rumah tangga karena pertalian darah dan ikatan perkawinan atau adopsi.
Keluarga merupakan focus pelayanan kesehatan yang strategis, sebab :
a)   Keluarga sebagai lembaga yang perlu diperhitungkan.
b)   Keluarga mempunyai peran utama dalam pemeliharaan kesehatan seluruh anggota keluarga.
c)   Masalah kesehatan dalam keluarga saling berkaitan.
d)   Keluarga sebagai tempat pengambilan keputusan (decision making) dalam perawatan kesehatan.
e)   Keluarga merupakan perantara yang efektif dalam berbagi usaha-usaha kesehatan masyarakat.


4
3.    Kelompok khusus
                       Kelompok khusus adalah sekumpulan individu yang mempunyai kesamaan jenis kelamin, usia, permasalahan (problem). Kegiatan yang terorganisasi sangat rawan terhadap masalah kesehatan. Kelompok khusus yang ada di masyarakat dan di instusi dapat di klasifikasikan berdasarkan permasalahan seta kebutuhan yang mereka hadapi, di antaranya sebagai berikut :
a)   Kelompok dengan kebutuhan kesehatan khusus sebagai akibat perkembangan dan pertumbuhan (growth and development),yaitu :
·        Kelompok ibu hamil dan bersalin (melahirkan).
·        Kelompok ibu nifas.
·        Kelompok bayi.
·        Kelompok balita.
·        Kelompok anak usia sekolah.
·        Kelompok usia lanjut.
b)   Kelompok dengan kesehatan khusus yang memerlukan pengawasn dan bimbingan serta asuhan keperwatan :
·        Penderitaan penyakit menular, antara lain sebagai berikut.
-          Kelompok penderita penyakit kusta.
-          Kelompok penderita penyakit tuberculosis paru.
-          Kelompok penderita penyakit kelamin (gonorrhea, sifilis).




5
-          Kelompok penderita HIV/AIDS.
-          Penderita penyakit tidak menular, misalnya kelompok penderita hipertensi, diabetes mellitus, penyakit jantung, kanker stroke, dan sebagainya.
-          Kelompok cacat yang memerlukan rehabilitas.
-          Kelompok cacat mental.
-          Kelompok cacat social.
c)   Kelompok yang mempunyai risiko tinggi terserang penyakit, yaitu :
·        Kelompok penyalahgunaan obat dan narkotika
·        Kelompok Wanita Tuna Susila (WTS) dan pekerja seks komersial (PSK).
·        Kelompok pekerja tartentu.











6
TEORI PENDEKATAN SOSIAL DALAM KESEHATAN

1.    Teori Sistem
             Teori system merupakan suatu kerangka kerja yang berhubungan dengan keseluruhan aspek social, manusia, struktur, masalah-masalah organisasi, serta perubahan hubungan internal dan lingkungan disekitarnya. Sistem tesebut terdiri atas tujan, proses, dan isi. Tujuan adalah suatu yang harus dilaksanakan, sehingga tujuan dapat memberikan arah pada system. Proses berfungsi dalam memenuhi tujuan yang hendak dicapai dan isi terdiri atas bagian yang membentuk suatu system.

2.    Teori Kebutuhan Manusia
             Teori ini memandang bahwa manusia sebagai bagian integral yang berintegrasi satu sama lain dalam motifasinya untuk memenuhi kebutuhan dasar (fisiologis, keamanan, kasih sayang, harga diri, dan aktualisasi diri). Setiap kebutuhan manusia merupakan suatu “tegangan internal” sebagai akibat dari perubahan setiap komponen system tegangan tersebut bertujuan sampai terpenuhinya tingkat kepuasan klien.
             Inti kebutuhan dasar manusia adalah terpenuhinya tingkat kepuasan agar manusia dapat mempertahankan hidupnya. Kerangka kerja pada teori ini menggambarkan suatu bagian dimana penerapan proses kesehatan selalu difokuskan pada kebutuhan individu yang unik dan sebagai suatu bagian integral dari keluarga dan masyarakat.
            



7
             Keseimbangan antar kebutuhan tersebut menjadi tanggung jawab dari setiap orang. Misalnya, tanggung jawab orang tua terhadap anak adalah memenuhi kebutuhan dasar anak tersebut. Demikian juga dengan tanggung jawab perawat, yaitu memberikan dukungan, memfasilitasi, dan mengkomunikasikan kepada klien, baik yang sehat maupun yang sakit, untuk membantu memenuhi kebutuhan dasarnya.

3.    Teori Persepsi
             Terjadinya perubahan dalam pemenuhan kebutuhan dasar manusia sangat dipengaruhi oleh persepsi individu. Setiap manusia selalu berubah kebutuhan dan kepuasannya berdasarkan perubahan prilaku yang sangat unik. Akibatnya, setiap perubahan yang terjadi persepsinya akan selalu berbeda antara individu yang satu dengan yang lain perbedaan tersebut membawa konsekuensi terhadap masalah kesehatan.
             Misalnya pada dua klien (A dan B) dengan diagnosis meis yang sama (diabetes militus) akan timbul masalah kesehatan yang berbeda. Hal ini karena persepsi klien A dan B yang berbeda terhadap perubahan yang terjadi pada dirinya. Untuk memahami arti persepsi seseorang harus mengadakan pendekatan melalui karakteristik individu yang mempersepsikan situasi yang mempunyai makna bagi kita. Makna merupakan kerangka penjabaran dari persepsi, ingatan, dan tindakan.

4.    Teori Informasi dan Komunikasi
             Tujuan asuhan kesehatan adalah untuk mengidentifikasi masalah klien . Proses keperawtan sebagai salah satu pendekatan utama dalam pemberian asuhan keperawatan pada dasarnya merupakan suatu proses pegambilan keputusan dan penyelesaian masalah.

8
             Setela itu perawat dituntut mempunyai pengetahuan tentang konsep dan teori sebagai dasar dalam mengartikan data yang diperoleh serta dapat menjalin kominakasi yang efektif. Pengetahuan tersebut meliputi kemampuan perawat tentang cara memperoleh data atau fakta, menyeleksi, memproses informasi dan memutuskan suatu asuhan keperawatan berdasarkan data yang diperoleh.

5.    Teori pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah
             Setiap tindakan yang dilakukan secara rasional oleh seseorang selalu melibatkan keputusan atau pilihan. Setiap pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah menuntut seseorang untuk dapat menerima hal yang baru, perbedaan, dan aspek-aspek yang lebih kompleks dari lingkungan yang sudah ada. Oleh sebab itu setiap kesenjangan adalah suatu masalah dan masalah tersebut memerlukan jawaban serta solusi yang tepat.
             Tujuan penerapan proses kesehatan dalam memberi asuhan keperawatan kepada klien adalah untuk menyelesaikan masalah. Melalui pendekatan proses keperawatan masalah-masalah dapat diidentifikasi secara tepat dan pengambilan keputusan dapat dilaksanakan dengan akurat.





9

Tidak ada komentar:

Posting Komentar