KATA
PENGANTAR
Puji
syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nya
lah kami dapat menyelesaikan laporan makalah kami yang berjudul “Teori
pendekatan sosial dalam kesehatan dan konsep dasar kesehatan ”.
Makalah
yang telah kami buat ini berisikan informasi-informasi tentang teori dan konsep
kesehatan .Makalah ini kami buat dengan harapan dapat menjadi acuan bagi para
mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar. Serta kami berharap
makalah ini dapat berguna untuk dipelajari.
Kami
menyadari dalam menyusun makalah ini, masih terdapat banyak kekurangan dan
kesalahan. Kami mohon maaf atas kesalahan dan kekurangan dalam laporan ini. Dan
kami mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun
demi sempurnanya makalah ini.
Akhir
kata kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah ikut
berpartisipasi dalam membuat makalah ini. Semoga makalah dapat berguna untuk
sekarang dan masa depan. Amien……
Palembang,
04 Januari 2012
Penyusun
i
KONSEP DASAR KESEHATAN
konsep dasar kesehatan
merupakan suatu lapangan khusus dimana keterampilan hubungan antar manusia
serta keterampilan organisasi di terapkan dalam hubungan yang serasi denga
keterampilan anggota
profesi kesehatan lain dan tenaga social, demi memelihara kesehatan masyarakat.
Oeh karena itu, kesehatan ditujukan kepada individu, keluarga, dan kelompok
melalui upaya
peningkatan kesehatan, pemeliharaan kesehatan, penyuluhan kesehatan,
koordinasi, dan pelayana kesehatan berkelanjutan sebagai suatu pendekatan yang
komprehensif.
Ø PERAN MASYARAKAT DALAM KESEHATAN
Selain itu, masyarakat juga di
pandang sebagai target pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk mencapai
kesehatan, sebagai suatu upaya peningkatan kesehatan dan menggunakan kerja sama
sebagai suatu mekanisme dalam mempermudah pencapai tujuan yang berarti
masyarakat dilibatkan secara aktif untuk mencapai tujuan tersebut.
Dalam
pelaksanaannya , kesehatan diupayakan dekat dengan masyarakat, sehingga
strategi pelayanan kesehatan yang utama merupakan pendekatan yang juga menjadi
acuan pelayanan kesehatan yang akan
diberikan. Artinya, upaya pelayanan atau asuhan yang diberikan tersebut
merupakan upaya yang esensial atau sangat dibutuhkan oleh masyarakat, dan secara universal
upaya tersebut mudah di jangkau.
1
Dengan
demikian di dalam kesehatan pengguanaan tekhnologi
tepat guna sangat di tekankan. Wujud aplikasi kegiatan nyatanya adalah tenaga
kesehatan mampu melakukan rangsangan atau motifasi masyarakat di wilayah binaan dengan memilih alat
edukatif sederhana yang tersedia diwilayah tersebut.
Peran
serta masyarakat tersebut di artikan sebagai suatu proses dimana individu, keluarga, dan masyarakat
bertanggung jawab atas kesehatannya sendiri dengan berperan sebagai pelaku
kegiatan upaya peningkatan kesehatannya berdasarkan asas kebersamaan dan
kemandirian. Bantuan
kesehatan diberikan karena ketidak mampuan, ketidak tahuan, ketidak mauan masyrakat dalam mengenal masalah kesehatan serta dengan
menggunakan potensi lingkungan berusaha memandirikan masyarakat, sehingga pengembangan
wilayah setempat (locality development) merupakan
bentuk pengorganisasian yang paling tepat digunakan. Didalam praktek kesehatan
pendekatan ilmiah yang digunakan adalah proses yang terdiri atas empat tahap, yaitu pengkajian (assesment), perencanaan (planning), pelaksanaan (implementation), dan evaluasi (evaluating).
Namun, pada kenyataanya belum
semua tenaga kesehatan mampu memberikan pelayanan sesuai konsep. Hal ini dapat disebabkan
oleh pemahaman yang belum sama mengenai konsep dasar kesehatan dan perananya
dalam keperawatan komunitas.
2
TUJUAN KESEHATAN KOMUNITAS
Tujuan kesehatan adalah untuk
pencegahan dan peningkatan masyarakat
melalui upaya-upaya sebagai berikut:
1. Pelayanan kesehatan secara langsung (directcare) terhadap individu, keluarga, dan kelompok dalam konteks
komunitas.
2. Perhatian langsung terhadap kesehatan seluruh
masyarakat (health
general community) dengan mempertimbangkan permasalahan atau isu kesehatan
masyarakat yang dapat mempengaruhi keluarga, individu, dan kelompok.
Selanjutnya, secara spesifik diharapkan individu,
keluarga, kelompok, dan masyarakat mempunyai kemampuan untuk:
1. Mengidentifikasi masalah kesehatan yang di
alami.
2. Menetapkan masalah kesehatan dan
memprioritaskan masalah tersebut.
3. Merumuskan serta memecahkan masalah
kesehatan.
4. Menanggulangi masalah kesehatan yang mereka
hadapi.
5. Mengevaluasi sejauh mana pemecahan masalah
yang mereka hadapi, yang akhirnya dapat meningkatkan kemampuan dalam memelihara
kesehatan seara mandiri.
3
SASARAN KESEHATAN
Sasaran
kesehatan adalah seluruh masyarakat, termasuk individu, keluarga, dan kelempok,
baik yang sehat maupun yang sakit, khususnya mereka yang beresiko tinggi
mengalami masalah kesehatan dalam masyarakat, yaitu sebagai berikut:
1. Individu
Individu
adalah anggota keluarga sebagai kesatuan utuh dari aspek biologi, psikologi,
social, dan spiritual.
2. Keluarga
keluarga
adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga, anggota
keluarga lainnya yang berkumpul dan tinggal dalam satu rumah tangga karena
pertalian darah dan ikatan perkawinan atau adopsi.
Keluarga
merupakan focus pelayanan kesehatan yang strategis, sebab :
a) Keluarga sebagai lembaga yang perlu
diperhitungkan.
b) Keluarga mempunyai peran utama dalam
pemeliharaan kesehatan seluruh anggota keluarga.
c) Masalah kesehatan dalam keluarga saling
berkaitan.
d) Keluarga sebagai tempat pengambilan
keputusan (decision making) dalam perawatan kesehatan.
e) Keluarga merupakan perantara yang efektif
dalam berbagi usaha-usaha kesehatan masyarakat.
4
3. Kelompok khusus
Kelompok
khusus adalah sekumpulan individu yang mempunyai kesamaan jenis kelamin, usia,
permasalahan (problem). Kegiatan yang terorganisasi sangat rawan terhadap
masalah kesehatan. Kelompok khusus yang ada di masyarakat dan di instusi dapat
di klasifikasikan berdasarkan
permasalahan seta kebutuhan yang mereka hadapi, di antaranya sebagai berikut :
a) Kelompok dengan kebutuhan kesehatan khusus
sebagai akibat perkembangan dan pertumbuhan (growth and development),yaitu :
·
Kelompok
ibu hamil dan bersalin (melahirkan).
·
Kelompok
ibu nifas.
·
Kelompok
bayi.
·
Kelompok
balita.
·
Kelompok
anak usia sekolah.
·
Kelompok
usia lanjut.
b) Kelompok dengan kesehatan khusus yang memerlukan
pengawasn dan bimbingan serta asuhan keperwatan :
·
Penderitaan
penyakit menular, antara lain sebagai berikut.
-
Kelompok
penderita penyakit kusta.
-
Kelompok
penderita penyakit tuberculosis paru.
-
Kelompok
penderita penyakit kelamin (gonorrhea, sifilis).
5
-
Kelompok
penderita HIV/AIDS.
-
Penderita
penyakit tidak menular, misalnya kelompok penderita hipertensi, diabetes
mellitus, penyakit jantung, kanker stroke, dan sebagainya.
-
Kelompok
cacat yang memerlukan rehabilitas.
-
Kelompok
cacat mental.
-
Kelompok
cacat social.
c) Kelompok yang mempunyai risiko tinggi
terserang penyakit, yaitu :
·
Kelompok
penyalahgunaan obat dan narkotika
·
Kelompok
Wanita Tuna Susila (WTS) dan pekerja seks komersial (PSK).
·
Kelompok
pekerja tartentu.
6
TEORI PENDEKATAN SOSIAL
DALAM KESEHATAN
1. Teori Sistem
Teori
system merupakan suatu kerangka kerja yang berhubungan dengan keseluruhan aspek
social, manusia, struktur, masalah-masalah organisasi, serta perubahan hubungan
internal dan lingkungan disekitarnya. Sistem tesebut terdiri atas tujan, proses, dan isi. Tujuan adalah
suatu yang harus dilaksanakan, sehingga tujuan dapat memberikan arah pada
system. Proses berfungsi dalam memenuhi tujuan yang hendak dicapai dan isi
terdiri atas bagian yang membentuk suatu system.
2. Teori Kebutuhan Manusia
Teori
ini memandang bahwa manusia sebagai bagian integral yang berintegrasi satu sama
lain dalam motifasinya untuk memenuhi kebutuhan dasar (fisiologis, keamanan,
kasih sayang, harga diri, dan aktualisasi diri). Setiap kebutuhan manusia
merupakan suatu “tegangan internal” sebagai akibat dari perubahan setiap
komponen system tegangan tersebut bertujuan
sampai terpenuhinya tingkat kepuasan klien.
Inti
kebutuhan dasar manusia adalah terpenuhinya tingkat kepuasan agar manusia dapat
mempertahankan hidupnya. Kerangka kerja pada teori ini menggambarkan suatu
bagian dimana penerapan proses kesehatan selalu difokuskan pada kebutuhan individu
yang unik dan sebagai suatu bagian integral dari keluarga dan masyarakat.
7
Keseimbangan
antar kebutuhan tersebut menjadi tanggung jawab dari setiap orang. Misalnya,
tanggung jawab orang tua terhadap anak adalah memenuhi kebutuhan dasar anak
tersebut. Demikian
juga dengan tanggung jawab perawat, yaitu memberikan dukungan, memfasilitasi,
dan mengkomunikasikan kepada klien, baik yang sehat maupun yang sakit, untuk
membantu memenuhi kebutuhan dasarnya.
3. Teori Persepsi
Terjadinya
perubahan dalam pemenuhan kebutuhan dasar manusia sangat dipengaruhi oleh
persepsi individu. Setiap manusia selalu berubah kebutuhan dan kepuasannya
berdasarkan perubahan prilaku yang sangat unik. Akibatnya, setiap perubahan
yang terjadi persepsinya akan selalu berbeda antara individu yang satu dengan
yang lain perbedaan tersebut membawa konsekuensi terhadap masalah kesehatan.
Misalnya
pada dua klien (A dan B) dengan diagnosis meis yang sama (diabetes militus)
akan timbul masalah kesehatan yang berbeda. Hal ini karena persepsi klien A dan
B yang berbeda terhadap perubahan yang terjadi pada dirinya. Untuk memahami
arti persepsi seseorang harus mengadakan pendekatan melalui karakteristik
individu yang mempersepsikan situasi yang mempunyai makna bagi kita. Makna
merupakan kerangka penjabaran dari persepsi, ingatan, dan tindakan.
4. Teori Informasi dan Komunikasi
Tujuan
asuhan kesehatan adalah untuk mengidentifikasi masalah klien . Proses keperawtan sebagai
salah satu pendekatan utama dalam pemberian asuhan keperawatan pada dasarnya
merupakan suatu proses pegambilan keputusan dan penyelesaian masalah.
8
Setela
itu perawat dituntut mempunyai pengetahuan tentang konsep dan teori sebagai dasar
dalam mengartikan data yang diperoleh serta dapat menjalin kominakasi yang
efektif. Pengetahuan tersebut meliputi kemampuan perawat tentang cara
memperoleh data atau fakta, menyeleksi, memproses informasi dan memutuskan
suatu asuhan keperawatan berdasarkan data yang diperoleh.
5. Teori pengambilan keputusan dan penyelesaian
masalah
Setiap
tindakan yang dilakukan secara rasional oleh seseorang selalu melibatkan keputusan
atau pilihan. Setiap pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah menuntut
seseorang untuk dapat menerima hal yang baru, perbedaan, dan aspek-aspek yang
lebih kompleks dari lingkungan yang sudah ada. Oleh sebab itu setiap
kesenjangan adalah suatu masalah dan masalah
tersebut memerlukan jawaban serta solusi yang tepat.
Tujuan
penerapan proses kesehatan dalam memberi asuhan keperawatan kepada klien adalah
untuk menyelesaikan masalah. Melalui pendekatan proses keperawatan
masalah-masalah dapat diidentifikasi secara tepat dan pengambilan keputusan
dapat dilaksanakan dengan akurat.
9
Tidak ada komentar:
Posting Komentar