BAB I
PENDAHULUAN
1.1
LATAR BELAKANG
Banyak darah yang senantiasa lewat melalui ginjal yang terdiri atas
filter (saringan ) kecil tak terhitung banyaknya ( neuron ). Filtrat ( air
saringan, air tapis) melewati tabung – tabung mini yang terletak di lapisan
sumsum ginjal, ditempat zat – zat bermanfaat dan berharga seperti garam,
mineral, dan gula diseleksi dan diserap lagi ke dalam dara. Sisanya, ampas yang
tak berguna dari pembakaran di jaringan menuju lewat piala ginjal sebagai urine
ke saluran kemih dan kandung kemih.
Seperti kebanyakan kanker, pada
penyakit kanker ginjal keluhan dan simptom tidak ada untuk jangka waktu lama,
tumornya muncul secara laten (tersembunyi ). Tanda pertamanya adalah darah pada
urine, nyeri punggung atau benjolan yang teraba. Tiga gejala ini terkadang
disebut trias grawit, jelas merupakan tanda lambat dan menunjukkan pada suatu
stadium lanjut. Hamturi, darah di urine disebabkan oleh pertumbuhan lanjut ke
dalam piala ginjal, diikuti oleh perdarahan dari tumor. Terkadang darah di
dalam piala ginjal membeku, kemudian darah beku ini disertai serangan kolik (
remas ) yang ditandai oleh kejang nyeri hebat, didesak ke bawah melalui saluran
kemih. Saluran kemih bereaksi atas darah beku seakan – akan berupa batu ginjal.
Jadi sesudah suatu kolik, tidak keluar batu bersama air kemih, maka mungkin
kanker sel ginjal penyebab.
Kanker ginjal menyebabkan 2% dari semua penyakit
kanker yang menyerang orang dewasa di Amerika serikat. Penyakit ini
menyerang laki-laki hampir dua kali lebih banyak dari pada wanita dan umumnya
mengenai laki-laki pada usia diatas 55 tahun. Insidensi carsinoma sel ginjal (
kanker ginjal ) mengenai 3 per 1000 orang dan ditemukan sekitar 31.000 kasus
baru ditemukan disetiap tahun , serta 12.000 orang meninggal karena kanker
ginjal di AS.
1.2
TUJUAN
1. Mahasiswa Mengetahui Definisi Kanker Ginjal.
2. Mahasiswa Mengetahui Anatomi Fisiologi Kanker Ginjal.
3. Mahasiswa Mengetahui Etiologi Kanker Ginjal.
4. Mahasiswa Mengetahui Patofisiologi Kanker Ginjal.
5. Mahasiswa Mengetahui Pathway/Patoflow Kanker Ginjal.
6. Mahasiswa Mengetahui Manifestasi Klinis Kanker Ginjal.
7. Mahasiswa Mengetahui
Pemeriksaan Diagnostik Kanker Ginjal.
8. Mahasiswa Mengetahui Klasifikasi Kanker Ginjal.
9. Mahasiswa Mengetahui Penatalaksanaan Kanker Ginjal.
10. Mahasiswa Mengetahui Asuhan Keperawatan Teori Kanker Ginjal.
1.3
MANFAAT
·
Menambah pengetahuan mahasiswa tentang
Definisi Kanker
Ginjal.
·
Menambah pengetahuan mahasiswa tentang Anatomi Fisiologi Kanker Ginjal.
·
Menambah pengetahuan mahasiswa tentang Etiologi Glomelurus Akut.
·
Menambah pengetahuan mahasiswa tentang Patofisiologi Kanker Ginjal.
·
Menambah pengetahuan mahasiswa tentang Pathway Kanker Ginjal.
·
Menambah pengetahuan mahasiswa tentang Manifestasi Klinis Kanker Ginjal..
·
Menambah pengetahuan mahasiswa tentang Pemeriksaan Diagnostik
Kanker Ginjal.
·
Menambah pengetahuan mahasiswa tentang klasifikasi Kanker Ginjal.
·
Menambah pengetahuan mahasiswa tentang Penatalaksanaan Kanker Ginjal.
·
Menambah pengetahuan mahasiswa tentang Asuhan Keperawatan
Teori Kanker Ginjal.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. PENGERTIAN
Kanker Ginjal adalah kondisi medis yang
ditandai dengan kelainan pertumbuhan dari sel-sel kanker pada ginjal. Biasanya, hanya satu ginjal yang terkena
kanker.
Kanker
ginjal merupakan sebagian besar tumor ginjal yang solid (padat) dan jenis
kanker ginjal yang paling sering ditemukan adalah karsinoma sel ginjal (adeno
karsinoma renalis / hipernefroma). Kanker Ginjal atau hipernefroma merupakan
jenis kanker yang terdapat pada bagian ginjal atau disebut tubulus renal
proksimal.
Carsinoma sel ginjal (
renal cell carcinoma ) adalah tumor malignansi renal tersering, dua
kali lebih sering ditemukan pada laki-laki dibandingkan pada
wanita.
Karsinoma sel
ginjal merupakan tumor yang berasal dari epitel tubulus ginjal terutama
terletak di korteks.Carsinomaselginjal(
renal cell carcinoma ) adalah tumor malignansi renal tersering, dua kali
lebihseringditemukanpadalaki-lakidibandingkanpadawanita.
B.
ETIOLOGI
Dalam keadaan normal, sel-sel di dalam saluran
kemih tumbuh dan membelah secara wajar.Tetapi
kadang sel-sel mulai membelah diluar kendali dan menghasilkan sel-sel baru meskipun
tubuh tidak memerlukannya. Hal ini akan menyebabkan terbentuknya suatu massa
yang terdiri jaringan berlebihan, yang dikenal sebagai tumor. Tidak semua tumor
merupakan kanker (keganasan). Tumor yang ganas
disebut tumor maligna. Sel-se ldari tumor ini menyusup
dan merusak jaringan disekitarnya. Sel-sel ini juga keluar dari tumor asalnya dan
memasuki aliran darah atau system getah bening, paru-paru, hati, tulang , Pembuluh limfe, Vena
renalis. dan
akan terbawa ke bagian tubuh lainnya ( proses ini dikenal sebagai metastase tumor
).
Penyebab mengganasnya sel-sel
ginjal tidak diketahui. Namun penelitian
telah menemukan factor-faktor tertentu yang tampaknya meningkatkan risiko terjadinya
kanker ginjal. Risiko terjadinya carcinoma sel ginjal meningkat sejalan dengan
bertambahnya usia. Kanker ini paling sering terjadi pad ausia 50-70 tahun. Pria memiliki risiko 2 kali lebih besar dibandingkan wanita.
Faktor – faktor
resikonya, yaitu :
1. Merokok. Merokok adalah
faktor resiko utama. Para perokok dua kali lebih mungkin menderita kanker
ginjal daripada bukan perokok. Orang yang menyukai rokok cerutu bahkan bisa
menderita kanker ginjal paling parah.
2. Kegemukan / obesitas.
Orang yang mengalami kegemukan mempunyai resiko yang lebih tinggi dari mereka
yang tidak kegemukan.
3. Dialysis jangka
panjang. Dialysis adalah perawatan untuk orang – orang yang ginjalnya tidak
bekerja dengan baik. Dialysis akan mengeluarkan pembuangan – pembuangan dari
darah.
4. Hipertensi. Merupakan
faktor resiko yang termasuk pokok.
5. Von Hippel Lindau ( VHL
) syndrome. HVL adalah penyakit yang jarang beredar pada beberapa keluarga dan
disebabkan oleh perubahan dalam gen HVL. Suatu gen HVL yang tidak normal dapat
meningkatkan resiko kanker ginjal, juga menyebabkan kista atau tumor dimata,
otak dan bagian – bagian tubuh yang lainnya. Penderita sindrom ini bisa
melakukan tes pemeriksaan terhadap kemungkinan gen VHL yang tidak normal.
6. Jenis kelamin. Laki –
laki dimungkinkan lebih banyak menderita kanker ginjal daripada perempuan. Di
AS, sekitar 20.000 laki – laki dan 12.000 perempuan menderita kanker ginjal
dalam setiap tahun.
7.
Makanan tinggi lemak
8.
Faktor lingkungan seperti terpapar cadmium, pelarut klorin,
asbestos.
C. ANATOMI
Ginjal
merupakan salah satu organ tubuh manusia yang vital fungsinya bagi
keseluruhan sistem tubuh manusia. Ginjal adalah organ utama system ekskresi
manusia, yang mengatur pembuangan zat-zat sisa yang sudah tidak berguna lagi
bagi tubuh. Selain itu, ginjal juga berperan dalam menjaga homeostasis
cairan dalam tubuh. Seperti organ
tubuh lainnya, ginjal juga bisa mengalami kanker.
Jenis kanker
ginjal yang paling sering ditemukan adalah karsinoma sel ginjal (adenokarsinoma
renalis, hipernefroma, renal cell carcinoma), yang berasal darisel-sel yang
melapisi tubulus renalis ginjal. Bahayanya, kanker ginjal ini biasanyaditemukan
pada saat kanker ini telah mengalami metastasis dan sudah menyebar ke organ
tubuh lainnya, karena pada stadium dini kanker ini jarang sekalimenunjukkan
gejalanya. Gejalanya baru mulai terasa pada stadium lanjut, yaituterjadi
hematuria (terdapat darah pada air seni). Penyakit kanker ginjal merupakansalah
satu penyakit yang ditakuti oleh beberapa orang karena tidak
menunjukkangejalanya. Sehingga ketika terdeteksi ternyata sudah menyebar ke
organ yang laindan sulit untuk disembuhkan. Angka kejadian kanker ginjal
cenderung meningkatbelakangan ini.
Gambar 1.1 Kanker (tumor) pada
ginjal Gambar
1.2 ginjal normal
D. PATOFISIOLOGI
Tumor ini berasal
dari tubulus proksimalis ginjal yang mula-mula berada di dalam korteks, dan
kemudian menembus kapsul ginjal. Tidak jarang ditemukan kista-kista yang
berasal dari tumor yang mengalami nekrosis dan diresorbsi.Cara penyebaran bisa
secara langsung menembus simpai ginjal ke jaringan sekitarnya dan melalui
pembuluh limfe atau v. Renalis. Metastasis tersering ialah ke kelenjar getah
bening ipsilateral, paru, kadang ke hati, tulang , adrenal dan ginjal
kontralateral (De Jong, 2000).
Tumor Wilm’s ini
terjadi pada parenchym renal. Tumor tersebut tumbuh dengan cepat di lokasi yang
dapat unilateral atau bilateral.Pertumbuhan tumor tersebut akan meluas atau
enyimpang ke luar renal. Mempunyai gambaran khas berupa sglomerulus dan tubulus
yang primitif atau abortif dengan ruangan bowman yang tidak nyata, dan tubulus
abortif di kelilingi stroma sel kumparan. Pertama-tama jaringan ginjal hanya
mengalami distorsi, tetapi kemudian di invasi oleh sel tumor. Tumor ini pada nyatanya
memperlihatkan warna yang putih atau keabu-abuan homogen, lunak dan encepaloid
(menyerupai jaringan ikat ). Tumor tersebut akan menyebar atau meluas hingga ke
abdomen dan di katakana sebagai suatu massa abdomen. Akan teraba pada abdominal
dengan di lakukan palpasi. Munculnya tumor Wim’s sejak dalam perkembangan
embrio dan akan tumbuh dengan cepat setelah lahir. Pertumbuhan tumor akan
mengenai ginjal atau pembuluh vena renal dan menyebar ke organ lain. Tumor yang
biasanya baik terbatas dan sering terjadi nekrosis, cystic dan perdarahan.
Terjadinya hipertensi biasanya terkait iskemik pada renal IV.
Jaringan asal untuk karsinoma sel ginjal adalah epitel tubulus proksimal
ginjal. Kanker ginjal bisa terjadi secara herediter atau non herediter.
Keduanya memberikan bentuk yang berhubungan dengan perubahan struktural dari
kromosom. Studi genetika kanker ginjal menyebabkan kloning gen yang
menghasilkan perubahan formasi tumor ( Iliopoulos, 2000 ).
Setidaknya terdapat 4 sindrom genetik yang terkait dengan karsinoma sel
ginjal, meliputi : sindrom von Hippel – Lindau (VHL), hereditary papillary
renal carcinoma (HPRC), onkosit ginjal familial (FRO) associated with Birt –
Hogg – Dube syndrome (BHDS), dan karsinoma ginjal herediter ( Iliopoulos,2000
).
Penyakit sindrom von Hippel-Lindau adalah sindrom autosomal dominan yang
memberikan predisposisi untuk berbagai neoplasma, termasuk kanker ginjal. Renal
cell carcinoma berkembang di hampir 40 % dari pasien dengan penyakit
Hippel-Lindau von dan merupakan penyebab utama kematian di antara pasien
tersebut.
Karsinoma papiler ginjal herediter (HPRC) adalah kelainan bawaan dengan
pola dominan warisan autosom; individu yang terkena mengembangkan karsinoma
ginjal bilateral ( Radovanovic, 1986 ). Individu dengan onkosit ginjal familial
mengembangkan oncocytoma multifokal atau neoplasma oncocytic di ginjal. Sindrom
Birt – Hogg – Dube adalah sindrom kulit turun – temurun. Pasien dengan sindrom
Birt – Hogg – Dube memiliki kecenderungan dominan diwariskan untuk
mengembangkan tumor jinak dari foliker rambut ( yaitu fibrofolliculomas ),
terutama di leher, wajah dan batang atas, serta berisiko mengembangkan tumor
ginjal, polip kolon atau tumor, dan kista paru ( Iliopoulos, 2000 ). Kanker
ginjal memberikan berbagai manifestasi masalah keperawatan.
E.
Pahtway
merokok
Kegemukan
Idiopatik Dialisis
Lingkungan
CA ginjal
Informasi
tidak adekuat adrenal
Kurang
pengetahuan tentang prognosis adanya
massa
Ansietas
penekanan pada pembuluh
darah
Sel parietas pecahnya
pembuluh darah
HCL inflamasi
Mual muntah pengeluaran mediator nyeri
|
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh
|
|
Nyeri
|
|
Devisit volume cairan
|
F. MANIFESTASI KLINIS
Pada stadium dini,
kanker ginjal jarang menimbulkan gejala. Pada stadium lanjut, gejala yang
paling banyak ditemukan adalah hematuria ( adanya darah di dalam air
kemih). Hematuria bisa diketahui dari air kemih yang tampak kemerahan atau
diketahui melalui analisis air kemih.
Nyeri
tumpul pada daerah punggung terjadi sebagai akibat dari tekanan balik yang
ditimbulkan oleh kompresi ureter, perluasan tumor ke daerah perienal atau
perdarahan ke dalam jaringan ginjal.
Nyeri yang bersifat
kolik terjadi jika bekuan darah atau massa sel tumor bergerak turun melalui ureter.
Tekanan
darah tinggi terjadi akibat tidak kuatnya aliran darah ke beberapa bagian atau
seluruh ginjal sehingga memicu dilepaskannya zat kimia pembawa pesan untuk
meningkatkan tekanan darah. Polisitemia sekunder terjadi akibat tingginya kadar hormone eritropoietin, yang
merangsang sumsum tulang untuk meningkatkan pembentukan sel darah merah.
Tanda-tanda lain dari
Carsinoma ginjal adalah;
ü
Warna urin abnormal ( gelap atau coklat ) karena terdapat darah dalam urin.
ü
Kehilangan berat badan lebih dari 5%.
ü
Kelelahan
ü
Anemia
ü
Terdapat massa
ü
Tanda metalase
ü
Demam
ü
Polisitemia, hiperkalsemia
ü
Kebanyakan Carsinoma ginjal teridentifikasi secara kebetulan pada saat
pemeriksaan diagnostic abdomen seperti CT-scan.
ü
Gejala yang Nampak mungkin berkaitan dengan metastase tumor seperti fraktur
patologi pada paha.
G. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
1. CT – Scan.
2. Ultrasound. Alat
ultrasoud bekerja dengan menggunakan gelombang – gelombang suara yang tidak
dapat didengar oleh orang. Gelombang – gelombang suara memantul balik dari
ginjal, dan komputer menggunakan gema – gema untuk menciptakan gambar yang
disebut sonogram.
3. Biopsy. Biopsy adalah
pengangkatan jaringan untuk mencari sel – sel kanker.
4.
Urografi intravena
5.
USG
6.
MRI bisa memberikan keterangan tambahan mengenai penyebaran tumor
7.
RPG
8.
Arteriografi
9. Pemeriksaan Fisik
Periksa tanda – tanda
kesehatan umum dan mengujinya untuk demam dan tekanan darah tinggi. Raba perut
dan pinggang untuk memastikan adanya gejala tumor.
10. Tes urin.
11. Tes darah. Laboratorium
memeriksa darah untuk melihat seberapa baik ginjal berfungsi. Laboratorium
memeriksa tingkat dari beberapa senyawa, seperti creatinine. Tingginya
creatinine akan mengakibatkan ginjal tidak bekerja secara normal.
12. Intravenous Pyelogram (
IVP ). Pemberian zat warna suatu vena di lengan dengan cara disuntikkan. Zat
warna berjalan melalui tubuh dan berkumpul di ginjal. Zat warna itu lalu
terlihat pada sinar X. Lalu zat warna itu akan bergerak melalui ginjal menuju
kantung kemih.
H. KLASIFIKASI
Ginjal yang semakin lama mengalami kegagalan atau gangguan fungsi ginjal,
sehingga tidak mampu lagi bekerja dengan normal, membuat organ ginjal semakin
berat dan akhirnya menjadi kanker ginjal. Stadium kanker ginjal didasarkan pada
ukuran tumor, penyebaran dan luas penyebaran. Stadium – stadium tersebut adalah
:
1. Stadium I. Stadium ini
merupakan awal dari kanker ginjal. Tumornya berukuran 2,75 inci ( 7 cm ) atau
tidak lebih besar dari sebuah bola tenis. Sel – sel kanker ditemukan hanya
berada di ginjal.
2. Stadium II. Stadium ini
merupakan awal dari kanker ginjal namun tumor sudah berukuran lebih dari 2,75
inci. Sel – sel kanker ditemukan hanya di ginjal.
3. Stadium III. Pada
stadium ini, tumor tidak meluas diluar ginjal, tetapi sel – sel kanker telah menyebar
melalui sistem getah bening ke suatu simpul getah bening yang berdekatan. Tumor
juga menyerang kelenjar adrenal atau lapisan – lapisan dari lemak dan jaringan
yang berserabut yang mengelilingi ginjal. Namun, sel – sel kanker masih belum
menyebar diluar jaringan berserabut. Sel – sel kanker ditemukan pada satu
simpul getah bening yang berdekatan atau menyebar dari ginjal ke suatu pembuluh
darah besar yang berdekatan. Sel – sel kanker juga ditemukan pada simpul getah
bening yang berdekatan.
4. Stadium IV. Pada
stadium ini, tumor meluas dari luar jaringan berserabut yang mengelilingi
ginjal. Sel – sel kanker ditemukan pada lebih dari satu simpul getah bening
yang berdekatan atau kanker yang telah menyebar ke tempat – tempat lain di
dalam tubuh, seperti paru – paru.
5. Kanker yang kambuh.
Kondisi ini adalah kanker yang kembali muncul setelah perawatan bisa muncul
kembali di ginjal atau bagian tubuh lainnya.
|
Stadium I
Stadium II
Stadium III
Stadium IV
|
Tumor terbatas pada parenkim ginjal
Tumor menjalar kejaringan perinefrik tetapi tidak menembus fasia
Gerota
III A Tumor menembus fasia gerota dan masuk ke V renalis
III B Kelenjar limfe regional
III C Pembuluh darah local
IV A Dalam organ, selain adrenal
IV B Metatase jauh
|
Gambar.1.3 stadium kanker ginjal
I. PENATALAKSANAAN
1. Operasi
Operasi adalah
perawatan yang paling umum untuk kanker ginjal. Perawatan jenis ini merupakan
suatu tipe dari terapi lokal yang dilakukan dengan merawat kanker ginjal dan
area yang dekat pada tumor. Operasi untuk mengangkat ginjal disebut
nephrectomy. Adapun tipe operasi pengangkatan ginjal ini tergantung pada
stadium dari tumor yaitu :
-
Radical nephrectomy. Ahli bedah mengangkat seluruh ginjal bersama kelenjar
adrenal dan beberapa jaringan disekitar ginjal. Beberapa simpul getah bening di
area itu juga diangkat.
-
Simple nephrectomy. Ahli bedah hanya mengangkat ginjal. Biasanya tindakan
ini dilakukan pada penderita kanker ginjal stadium I.
-
Partial nephrectomy. Ahli bedah hanya mengangkat bagian dari ginjal yang
mengandung tumor. Operasi ini dilakukan ketika seseorang itu hanya mempunyai
satu ginjal, ketika kanker sudah memengaruhi kedua ginjal, maupun penderita
yang ukuran tumor ginjalnya kurang dari 4 cm atau ¾ inci.
Efek samping dari
operasi adalah lamanya waktu untuk sembuh. Lama waktu yang diperlukan untuk
kesembuhan pun berbeda untuk setiap orang. Pasien sering tidak nyaman selama
beberapa hari pertama meskipun telah menggunakan obat penghilang nyeri.
2. Arterial embolization
Arterial embolization
adalah tipe terapi lokal yang menyusutkan tumor dan dilakukan sebelum tindakan
operasi. Tujuannya adalah agar operasi dapat berjalan lebih mudah. Ketika
operasi tidak mungkin dilakukan, maka embolization digunakan untuk membantu
menghilangkan gejala – gejala kanker ginjal.
Cara ini dilakukan
dengan memasukkan tabung yang sempit ke dalam suatu pembuluh darah di kaki.
Tabung dialirkan keatas hingga ke pembuluh darah besar utama atau arteri ginjal
yang menyediakan darah pada ginjal. Lalu disuntikkan suatu senyawa ke pembuluh
darah untuk menghalangi aliran darah ke dalam ginjal.
Setelah arterial
embolization penderita biasanya merasakan nyeri punggung atau mengalami demam.
Efek – efek lainnya mual dan muntah. Namun masalah – masalah ini bisa segera
menghilang.
3. Terapi radiasi
Terapi radiasi (
radioterapi ) adalah tipe lain dari tipe lokal yang yang menggunakan sinar
bertenaga tinggi untuk membunuh sel – sel kanker, serta memengaruhi sel – sel
kanker di area yang dirawat. Pasien mendapatkan perawatan di rumah sakit atau
klinik dalam lima hari setiap minggu selama beberapa minggu.
Efek samping dari
terapi radiasi tergantung pada jumlah radiasi yang diberikan dan bagian tubuh
yang dirawat. Pasien bisa menjadi sangat lelah selama terapi radiasi, terutama
pada minggu – minggu pertama perawatan.
Terapi radiasi pada
ginjal dan area – area yang berdekatan memungkinkan terjadinya mual, muntah,
diare atau tidak nyaman ketika BAK. Selain itu juga menyebabkan kekurangan
jumlah sel darah putih sehat yang sebenarnya membantu melindungi tubuh terhadap
infeksi. Efek lainnya kulit diarea yang dirawat akan memerah, kering dan peka.
4. Terapi biologis
Terapi biologis adalah
suatu tipe dari terapi sistematis atau terapi yang menggunakan senyawa –
senyawa yang berjalan melalui aliran darah, mencapai dan memengaruhi sel – sel
di seluruh tubuh. Terapi biologis menggunakan kemampuan alamiah tubuh atau
sistem imun untuk melawan kanker.
Terapi biologis mungkin
menyebabkan gejala – gejala seperti flu, kedinginan, demam, nyeri – nyeri otot,
kelemahan, kehilangan nafsu makan, mual, muntah dan diare. Pasien – pasien juga
mungkin memperoleh suatu ruam kulit atau skin rash. Persoalan – persoalan ini
dapat menjadi parah, namun mereka menghilang setelah perawatan dihentikan.
5. Kemoterapi
Kemoterapi adalah tipe
dari terapi sistemis dengan menggunakan obat – obatan. Obat – obatan anti
kanker memasuki aliran darah dan mengalir ke seluruh tubuh. Meskipun berguna
untuk kanker – kanker yang lain, obat – obatan tersebut telah menunjukkan
penggunaan yang teratas terhadap kanker.
Efek samping dari
kemoterapi tergantung pada obat – obatan spesifik dan jumlah yang diterima.
Pada umumnya, obat – obatan anti kanker memengaruhi sel – sel yang membelah
secara cepat, terutama sel – sel darah. Sel – sel ini melawan infeksi, membantu
darah untuk menggumpal atau membantu, dan membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Ketika obat – obat memengaruhi sel – sel darah, pasien lebih mudah mendapat
infeksi, memar berdarah, juga merasa sangat lemah dan lelah.
Kemoterapi dapat
menyebabkan kerontokan rambut. Rambut tumbuh kembali, namun adakalanya rambut
yang baru memiliki warna dan tekstur yang agak berbeda.
Kemoterapi dapat
menyebabkan nafsu makan yang buruk, mual, muntah, diare, atau luka – luka mulut
dan bibir. Namun, efek – efek samping ini dapat dikontrol dengan menggunakan
obat – obatan.
6. Nutrisi
Pasien perlu makan
dengan baik selama terapi kanker. kecukupan kalori dibutuhkan untuk menjaga
berat badan dan protein untuk mempertahankan kekuatan. Nutrisi bisa membuat
penderita kanker merasa lebih baik dan mempunyai lebih banyak energi.
Masalahnya pasien kanker sering kali sulit untuk makan karena tidak merasa
nyaman atau lelah.
BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN TEORI
A.
PENGKAJIAN
1.
Identitas Klien
2.
Riwayat penyakit sekarang
Klien mengeluh kencing berwarna
seperti cucian daging, bengkak
sekitar mata dan seluruh tubuh. Tidak nafsu makan, mual ,muntah dan diare.
Badan panas hanya satu hari pertama
sakit.
3. Pengkajian
fisik
a.
Keadaan umum
b. Berat badan
c.
Pengkajian Head To Toe
d. TTV
e.
Kaji pola nutrisi
f.
Adanya nyeri tekan pada bagian abdomen
g. Periksa adanya
benjolan pada perut.
h. Adanya
perdarahan per uretra
4.
Pengkajian Perpolaa.
a. Pola nutrisi
dan metabolic :
Suhu badan normal hanya panas hari
pertama sakit. Dapat terjadi kelebihan
beban sirkulasi karena adanya retensi natrium dan air, edema pada
sekitar mata dan seluruh tubuh. Klien mudah mengalami infeksi karena
adanya depresi sistem imun. Adanya mual , muntah dan anoreksia
menyebabkan intake nutrisi yang tidak adekuat. BB meningkat
karena adanya edema. Perlukaan pada kulit dapat terjadi karena
uremia.
b. Pola eliminasi :
Eliminasi alvi tidak ada gangguan, eliminasi
uri : gangguan pada glumerulus menyebakan sisa-sisa metabolisme tidak dapat
diekskresi dan terjadi penyerapan kembali air dan natrium pada tubulus yang
tidak mengalami gangguan yang menyebabkan oliguria sampaianuria ,proteinuri,
hematuria.
c. Pola Aktifitas dan latihan :
Pada Klien dengan kelemahan malaise, kelemahan
otot dan kehilangan tonus karena adanya hiperkalemia. Dalam perawatan klien perlu istirahat
karena adanya kelainan jantung dan tekanan darah mutlak selama 2 minggu dan
mobilisasi duduk dimulai bila tekanan darah sudah
normal selama 1 minggu. Adanya edema paru maka pada inspeksi
terlihat retraksi dada, pengggunaan otot bantu napas, teraba ,auskultasi
terdengar rales dan krekels , pasien mengeluh sesak, frekuensi
napas. Kelebihan beban
sirkulasi dapat menyebabkan pembesaran jantung (Dispnea,
ortopnea dan pasien terlihat lemah)
anemia dan hipertensi yang
juga disebabkan oleh spasme pembuluh darah. Hipertensi yang
menetap dapat menyebabkan gagal jantung. Hipertensi ensefalopati
merupakan gejala serebrum karena hipertensi dengan gejala
penglihatan kabur, pusing, muntah, dan kejang-kejang. GNA munculnya
tiba-tiba orang tua tidak mengetahui penyebab dan
penanganan penyakit ini.
d. Pola tidur dan istirahat :
Klien tidak dapat tidur terlentang karena
sesak dan gatal karena adanya uremia. keletihan, kelemahan malaise, kelemahan
otot dan kehilangan tonus Kognitif & perseptual : Peningkatan ureum darah
menyebabkan kulit bersisik kasar dan rasa gatal. Gangguan penglihatan dapat
terjadi apabila terjadi ensefalopatihi pertensi. Hipertemi terjadi pada hari
pertama sakit dan ditemukan bila ada infeksi karena inumnitas yang menurun.
e. Persepsi diri :
Klien cemas dan takut karena urinenya berwarna
merah dan edema dan perawatan yang lama. Anak berharap dapat sembuh kembali seperti
semulaf.
f. Hubungan peran
:
Anak tidak dibesuk oleh teman– temannya karena
jauh dan lingkungan perawatann yang baru serta kondisi kritis menyebabkan anak
banyak diam.
g. Pemeriksaan penunjang :
Pemeriksaan labolatorium tidak banyak
membantu, hanya dapat ditemukan laju endap darah yang meninggi dan kadang
kadang ditemukan hematuria. Bila
kedua kelainan labolatorium ini ditemukan, maka prognosis diagnosa
buruk Pada foto polos abdomen akan tampak masa jaringan lunak dan jarang ditemukan
klsifikasi didalamnya. Pemeriksaan
pielografi intravena dapat memperlihatkan gambaran distori,
penekanan dan pemanjangan susunan pelvis dan kalises. Dari pemeriksaan
renoarteriogram didapatkan gambaran
arteri yang memasuki masa tumor.
Foto thoraks dibuat untuk mencari metastasi kedalam paru-paru.
B. DIAGNOSA
KEPERAWATAN
Masalah Keperawatan
1. Devisit volume cairan
2. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan
tubuh.
3. Nyeri
Pioritas Masalah Keperawatan
1. Nyeri
2. Devisit volume cairan
3. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh
Diagnosa keperawatan
1. Nyeri b/d agen cidera biologis.
2. Devisit volume cairan b/d kehilangan cairan
aktif.
3. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh b/d ketidakmampuan untuk mengabsorpsi nutrien
C. NERSING CARE
PLANNING
|
No.
|
Diagnosa keperawatan
|
Tujuan dan kriteria hasil
|
intervensi
|
|
1.
|
Nyeri b/d agen cidera biologis (kerusakan ginjal)
DS:
-
Klien mengeluh nyeri dibagian piggang
DO:
-. TD:140/100
- RR: 30/mnt
- T: 38 C
|
NOC
:
v Pain Level
setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24
jam nyeri klien menghilang dengan indicator :
v Mampu
mengontrol nyeri ( tahu penyebab nyeri, mampu menggunakan tehnik
nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri, mencari bantuan) (1-4 )
v
Melaporkan bahwa nyeri berkurang dengan menggunakan
manajemen nyeri ( 1-4)
v
Mampu mengenali nyeri (skala, intensitas,
frekuensi dan tanda nyeri) ( 1-4
)
v
Menyatakan rasa nyaman setelah nyeri
berkurang ( 1-4 )
v Tanda vital
dalam rentang
normal ( 1-4 )
Indicator :
1.
Tidak menujukan kriteria hasil
2.
Jarang menujukan kriteria hasil
3.
Kadang menujukan kriteria hasil
4.
Sering menujukan kriteria hasil
5.
Selalu menujukan kriteria hasil
|
NIC
:
Pain Management
§ Lakukan
pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk lokasi, karakteristik, durasi,
frekuensi, kualitas dan factor presipitasi
§ Observasi
reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan
§ Evaluasi
pengalaman nyeri masa lampau
§ Evaluasi
bersama pasien dan tim kesehatan lain tentang ketidak efektifan control nyeri
masa lampau
§
Kontrol lingkungan yang dapat mempengaruhi
nyeri seperti suhu ruangan, pencahayaan dan kebisingan
§ Kurangi
factor presipitasi nyeri
§
Pilih dan lakukan penanganan nyeri
(farmakologi, non farmakologi dan inter personal)
§
Kaji tipe dan sumber nyeri untuk menentukan
intervensi
§ Ajarkan
tentang teknik non farmakologi
§ Berikan
analgetik untuk mengurangi nyeri
§ Evaluasi
keefektifan control nyeri
§ Tingkatkan
istirahat
§
Kolaborasikan dengan dokter jika ada keluhan
dan tindakan nyeri tidak berhasil
|
|
2.
|
Devisit volume cairan b/d kehilangan cairan aktif.
DS:
DO :
-
Kelemahan otot
-
Kulit kering dan bersisik
-
T : 38 C
-
BB : 45 Kg
-
N : 120 x/mnt
|
NOC:
v Fluid balance
setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24
jam volume cairan dalam batas normal dengan indicator :
Kriteria
Hasil :
v Mempertahankan
urine output sesuai dengan usia dan BB, BJ urine normal, HT normal (1-4)
v Tekanan
darah, nadi, suhu tubuh dalam batas normal(1-4)
v Tidak ada
tanda tanda dehidrasi, Elastisitas turgor kulit baik, membran mukosa lembab,
tidak ada rasa haus yang berlebihan(1-4)
Indicator :
1.
Tidak menujukan kriteria hasil
2.
Jarang menujukan kriteria hasil
3.
Kadang menujukan kriteria hasil
4.
Sering menujukan kriteria hasil
5.
Selalu menujukan kriteria hasil
|
NIC :
Fluid management
·
Pertahankan catatan intake dan output yang
akurat
·
Monitor status hidrasi ( kelembaban membran
mukosa, nadi adekuat, tekanan darah ortostatik ), jika diperlukan
·
Monitor hasil lAb yang sesuai dengan retensi
cairan (osmolalitas urin )
·
Monitor vital sign
·
Monitor masukan makanan / cairan dan hitung
intake kalori harian
·
Kolaborasi pemberian cairan IV
·
Monitor status nutrisi
·
Berikan cairan
·
Berikan diuretik sesuai interuksi
·
Dorong masukan oral
·
Berikan penggantian nesogatrik sesuai output
·
Dorong keluarga untuk membantu pasien makan
·
Kolaborasi dokter jika tanda cairan berlebih
muncul meburuk
|
|
3.
|
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d ketidakmampuan
untuk mengabsorpsi nutrien
DS:
- Klien mengatakan tidak nafsu makan
DO:
-
intake nutrisi yang tidak adekuat
-
mual, muntah
-
BB : 45 Kg
-
|
NOC :
v Nutritional
Status : nutrient Intake
setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24
jam nutrisi pasien tercukupi dengan indicator :
Kriteria
Hasil :
v Adanya
peningkatan berat badan sesuai dengan tujuan (1-4)
v Berat badan
ideal sesuai dengan tinggi badan(1-5)
v Mampu mengidentifikasi
kebutuhan nutrisi(1-4)
v Tidk ada
tanda tanda malnutrisi(1-5)
v Menunjukkan
peningkatan fungsi pengecapan dari menelan(1-4)
v
Tidak terjadi penurunan berat badan yang
berarti(1-4)
Indicator :
1.
Tidak menujukan kriteria hasil
2.
Jarang menujukan kriteria hasil
3.
Kadang menujukan kriteria hasil
4.
Sering menujukan kriteria hasil
5.
Selalu menujukan kriteria hasil
|
NIC :
Nutrition
Management
§ Kaji adanya
alergi makanan
§
Anjurkan pasien untuk meningkatkan intake Fe
§
Anjurkan pasien untuk meningkatkan protein
dan vitamin C
§ Berikan
substansi gula
§
Yakinkan diet yang dimakan mengandung tinggi
serat untuk mencegah konstipasi
§
Berikan makanan yang terpilih ( sudah
dikonsultasikan dengan ahli gizi)
§ Ajarkan
pasien bagaimana membuat catatan makanan harian.
§
Monitor jumlah nutrisi dan kandungan kalori
§
mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan
Nutrition
Monitoring
§ BB pasien
dalam batas normal
§ Monitor
adanya penurunan berat badan
§
Monitor tipe dan jumlah aktivitas yang biasa
dilakukan
§
Monitor interaksi anak atau orangtua selama
makan
§
Monitor kulit kering dan perubahan
pigmentasi
§ Monitor mual
dan muntah
§ Monitor
makanan kesukaan
§ Monitor
pertumbuhan dan perkembangan
§ Monitor
kalori dan intake nuntrisi
§ Catat adanya
edema, hiperemik, hipertonik papila lidah dan cavitas oral.
§ Kolaborasi
dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan
pasien.
|
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Kanker Ginjal adalah kondisi medis yang
ditandai dengan kelainan pertumbuhan dari sel-sel kanker pada ginjal. Biasanya, hanya satu ginjal yang terkena
kanker.
Kanker ginjal merupakan sebagian
besar tumor ginjal yang solid (padat) dan jenis kanker ginjal yang paling
sering ditemukan adalah karsinoma sel ginjal (adeno karsinoma renalis /
hipernefroma).
factor-faktor tertentu yang tampaknya meningkatkan risiko
terjadinya kanker ginjal diantaranya :
1. Merokok
2. Kegemukan / obesitas.
3. Dialysis jangka
panjang. Dialysis adalah perawatan untuk orang – orang yang ginjalnya tidak
bekerja dengan baik.
4. Hipertensi.
5. Jenis kelamin. Laki –
laki dimungkinkan lebih banyak menderita kanker ginjal daripada perempuan.
6. Makanan tinggi
lemak.
7. Faktor lingkungan
seperti terpapar cadmium, pelarut klorin, asbestos.
B. SARAN
Asuhan Keperawatan
kami masih jauh dari kesempurnaan karena keterbatasan kami. Besar harapan kami
agar pembaca memberikan saran dan kritik yang bersifat membangun dari pembaca
agar Asuhan Keperawatan ini menjadi sempurna.
DAFTAR PUSTAKA
thank you admin
BalasHapusthe article is very interesting, it helps me and can be used for reference.
hopefully successful admin always.
Obat Aborsi
Jual Obat Aborsi
Jual Cytotec
Obat Penggugur
Penggugur Kandungan
Obat Penggugur Kandungan
Obat Aborsi Cytotec
Obat Abosi 1 Bulan
Obat Abosi 2 Bulan
Obat Abosi 3 Bulan
Obat Abosi 4 Bulan
Obat Abosi 5 Bulan
Obat Abosi 6 Bulan