Senin, 22 September 2014

asuhan keperawatan pada pasien tbc



BAB I
PENDAHULUAN

I.I. LATAR BELAKANG

Mycobacterium tuberculosis merupakan organism penyebab tuberculosis ginja. Tuberculosis ginjal adalah infeksi sekunder yang diakibatkan oleh tuberculosis paru. Sekitar 15% dari individu dengan tuberculosis paru aktif akan mengalami tuberculosis ginjar.
Pada awalnya, bagian ginjal yang terinfeksi adalah korteks dan medula renalis. Kerusakan jaringannya bersifat progresif. Infeksi dapat menyebar melalui mukosa kesaluran kemih. Infeksi pada ureterdapat menyebabkan striktur. Striktur akan menyebabkan obstruksi. Suplai darah pada jaringan ginjal dapat terganggu karena kerusakan jaringan oleh gumpalan tuberkel. Terganggu suplai darah akan menimbulkan iskemia.
Yang termasuk tanda dan gejala tuberculosis ginjal adalah anoreksia, berat badan menurun, demam yang bersifat intermiten. Pasien juga dapat mengalami hematuria. yang termasuk dalam uji diagnostic adalah skrining untuk tuberculosis paru. Hasil uji kulit mantoux adalah positif. Adanya m. tuberculosis dalam urin dapat juga membantu diagnosis

I.III.   TUJUAN
      Adapun tujuan dari penulisan makalah ini yaitu sebagai proses pembelajaran mahasiswa dalam memahami penyakit pada sistem perkemihan khususnya tuberkulosis ginjal serta penatalaksanaannya.





BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

II.I.    DEFINISI TUBERCULOSIS GINJAL

-   Tuberkulosis adalah suatu infeksi menular dan bisa berakibat fatal, yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, Mycobacterium bovis atau Mycobacterium africanum.
-   Tuberculosis (TB) adalah penyakit infeksius yang terutama menyerang parenkim paru. Tuberculosis dapat juga ditularkan ke bagian tubuh lainnya, terutama meninges, ginjal, tulang, dan nodus limfe (Brunes & Suddat, 2003 : hal 584).
-   Tuberkulosis adalah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis yang biasa menyerang paru tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lain seperti pada kelenjar getah bening, ginjal, jantung, dan lain sebagainya (Danusantoso, 2000).
-   Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TBC (Mycobacterium tuberculosis). Sebagian besar kuman tuberkulosis menyerang paru, tetapi dapat juga menyerang organ tubuh lainnya seprti ginjal, tulang dan usus.
-   Setelah tuberkulosis paru, saluran ginjal merupakan lokal infeksi yang paling sering, biasanya disebabkan penyebaran hematogen baik dari tuberkulosis paru maupun tulang. Setiap bagian dari saluran ginjal dapat terkena. Sekitar 15% dari individu dengan tuberkulosis paru aktif akan mengalami tuberkulosis ginjal.
-   Tuberculosis ginjal dan saluran kemih adalah penyakit tuberculosis disebabkan oleh organisme mikrobakterium tuberkulosa.  Organisme ini biasanya berjalan dari paru-paru melalui aliran darah ke ginjal. Lalu  Mikroorganisme kemudian menjadi dorman di ginjal selama bertahun-tahun.


II.II ETIOLOGI TUBERCULOSIS GINJAL

            Penyebab dari tuberculosis ginjal adalah:
1.      Mycobacterium tuberculosis
2.      Mycobacterium bovis
3.      Mycobacterium africanum

II.III ANATOMI TUBERCULOSIS GINJAL

Description: D:\FILE JUMAIDA\MATERI KULIAH\MATERI SEMESTER V\DATA CARIAN JUMAIDA\TUBERKULOSIS GINJAL\I13RenalTuberculosis.jpg


II.IV PATOFISIOLOGI TUBERCULOSIS GINJAL

            Basil tuberkulosis mencapa ginjal atau epididimis secara hematogen dan menyebabkan gambaran patologik yang khas berupa kelainan granulomatosa dengan pengkijauan sentral yang akhirnya cenderung mengalami kalsifikasi atau membentuk kaverne. Dari ginjal terjadi penyebaran infeksi secara desendens melalui ureter yang dapat mengalamistriktur fibrosa.      Di kandung kemih, tuberkulosis mulai tampak sebagai bengkak dankemerahan sekitar muara ureter di trigonum. Tuberkulosis menyebar di kandung kemih dengan tukak kecil di mukosa yang menjadi fibrotik dan mengakibatkan pengerutan.Penyebaran tuberkulosis ke saluran kemih dapat terjadi puluhan tahun setelah kompleks primer.
        Tuberkulosis saluran kemih tidak jarang ditemukan bersamaan dengan tuberkulosis sekunder tulang belakang. Penyebaran hematogen ke prostat atauepididimis tidak berkaitan dengan tuberkulosis ginjal. Tuberkulosis ginjal pada awalnya merupakan penyebaran milier kiri dan kanan dikorteks.
            Sarang milier ini berkembang menjadi rahang granulasi yang mengalaminekrosis secara perkijauan yang mungkin membentuk kaverne atau sembuh lokaldengan fibrosis, pengerutan, retraksi dan kalsifikasi. Perforasi nekrosis kaliks di pielummenyebabkan penyebaran secara desendens. Tuberkulosis di pielum, ureter, kandungkemih dan prostat pada prinsipnya menunjukkan gambaran yang sama, kecualipengkijauan tidak menyebabkan kaverne melainkan ulkus.
        Fibrosis menyebabkanretraksi dan penyempitan sehingga terjadi obstruksi dengan segala konsekuensinya.
II.V. MANIFESTASI KLINIS TUBERCULOSIS GINJAL

            Gejala tuberkulosis ginjal antara lain :
Ø  Anorexia
Ø  berat badan menurun
Ø  demam yang bersifat intermintent
Ø  Pasien juga dapat mengalami hematuria.

II.VIII. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK TUBERCULOSIS GINJAL

Pemeriksaan film dada harus dilakukan untuk menyingkirkan tuberkulosis paru. Film polos abdomen dapat memperlihatkan kalsifikasi ginjal, vesika seminalis, atau vas deferens. Kalsifikasi terlihat sebagai intensitas yang bervariasi dengan kisaran dari beberapa bintik-bintik kecil hingga daerah-daerah yang sangat padat pada kasus-kasus lanjut.Disorganisasi ginjal yang besar dapat menyebabkan ginjal tidak berfungsi.
Pada PVI, pada Ginjal dapat ditemukan deformitas pada calyces, striktur, pembentukan kavitas yang ireguler, dan jaringan parut pada parenkim ginjal.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijDDkk9SI7s-MiBbLaIjCdhcwh5gOp2Oxk-ulLWswtn9yq5FH885h47UfZnYEsg1-KGQmtUJ4EHyoLCXTg3wnOy04LkYxFFQWjWaRhVxwXvHK_hSa8EG1wqwPTx-0GGt_2gfPS4eZ1aEM/s200/pielo+1.jpg
            Gb. Lobar calcification  Pada  kerusakan yang luas pada ginjal kanan akibat tuberkulosis ginjal

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifzskkThcw7fIurqK7KuMgmFh2V9bRD3Hg-fyY0_7XvzrVmhQ4_gOcG9wAaCjdrl4qS63DcafxGdGGvWRxQ08N2awgmJs_Ug031e1us4ZbbMqG88k4wpZAVBZuDHQmhLaRDWgqOd3nmZU/s320/pielo+1.jpg
            Gb. Kiri : Tuberkulosis ginjal yang menunjukkan kalsifikasi yang kasar Kanan: menunjukkan dilatasi calyces dan ureter akibat striktur ureter.
II.IX.  PENATALAKSANAAN TUBERCULOSIS GINJAL

Tuberkulosis ginjal merupakan tuberkulosis ekstra paru kategori berat, maka penatalaksanaan OAT  termasuk dalam kategori I yaitu minimal 4 macam obat pada 2 bulan pertama(2HRZE), dilanjutkan dengan 2 macam obat sampai 12 bulan (4H3R3).

Jenis dan dosis OAT Kategori I

Jenis obat
Dosis yang direkomendasikan (mg/kg)
Harian
3xseminggu
Isoniazid (H)
5
(4-6)
10
(8-12)
Rifampicin (R)
10
(8-12)
10
(8-12)
Pyrazinamide (Z)
25
(20-30)
35
(30-40)
Ethambutol
15
(15-20)
30
(20-35)

            Pengobatan TB ginjal bersifat holistik yaitu selain pemberian obat anti tuberkulosis juga penanganan terhadap kelainan ginjal . Apabila diperlukan tindakan bedah, dapat dilakukan setelah pemberian OAT 4 ± 6 minggu


II.X KOMPLIKASI TUBERCULOSIS GINJAL

  1. Gagal ginjal akut
  2. Tuberculosis reproduksi



BAB III
KONSEP KEPERAWATAN

III.I PENGKAJIAN
v  Biodata
 Merupakan  informasi umum tentang siapa klien dan latar belakangnya.  Biodata mencakup:

-          nama lengkap
-          alamat
-          umur
-          tanggal dan tempat lahir
-          jenis kelamin
-           suku bangsa
-          Agama
-          Bahasa
-          status perkawinan
-          pendidikan
-          pekerjaan
-          usia
-          suku bangsa


v  Riwayat kesehatan sekarang
            Untuk membantu menegakkan diagnosa. apakah penyakit yang dirasakan datang secara tiba tiba atau perlahan.

v  Riwayat kesehatan dahulu
            Klien biasanya mengalami menstruasi diusia muda (< 12 tahun), menopause pada usia lanjut (> 55 tahun), tidam mempunyai anak, pernah mengalami radiasi didada.

v  Riwayat Keluarga
            Ada atau tidak keluarga yang mengidap penyakit yang sama dan kemungkinan pembedahan sebelumnya. (Ignatvicius, 1995).

v  Riwayat psikologis  

            Adalah suatu riwayat yang merujuk kepada kesan seseorang terhadap dirinya sendiri (Brunner & Suddarth, 2002).
            Biasanya pasien dengan tuberculosis ginjal terjadi penurunan psikologis dan steres yang tinggi karena penyakitnya, maka perlu perhatian yang lebih dari keluarga dan perawat (R.P. Sidabutar, 1992).

v  Riwayat Spritual
            Adalah riwayat yang biasanya diekspresikan melalui agama tertentu yang dianutnya (Brunner & Suddarth, 2002).
            Pasien dengan tuberculosis ginjal dalam beribadahnya tidak dapat melakukan seperti biasa dikarenakan keadaan fisik yang lemah (R.P. Sidabutar, 1992).     

v Pola kebiasaan
        Pola nutrisi
            Pasien dengan tuberculosis ginjal mengalami penurunan nafsu makan karena adanya anorexia, nousea, vomitus yang diakibatkan oleh gangguan metabolisme protein di dalam usus, BB menurun. (Soeparman, 1996).
        Pola eliminasi
            Pasien dengan tuberculosis ginjal mengalami gangguan pola eliminasi dimana terjadinya nyeri selama atau sesudah buang air kecil yang disebabkan oleh infeksi saluran kemih, adanya hematuria. (T.J. Bailey, 1995)
        Pola aktifitas
            Pasien dengan tuberculosis ginjal pola aktifitasnya terganggu dikarenakan pasien cepat lelah dan lemah,dispneu setelah beraktifitas. (Soeparman, 1996).

        Pola istirahat
            Pasien dengan tuberculosis ginjal mengalami kesulitan dalam beristirahat, dikarenakan karena adanya nyeri (Soeparman, 1996).

v Pemeriksaan fisik
        Inspeksi
            Pemeriksaan yang dilakukan dengan cara melihat keadaan umum dan kelainan yang terdapat di seluruh tubuh sehubungan dengan perjalanan penyakitnya, biasanya mata pasien kurang bercahaya, gelisah, membran mukosa pucat dan tampak lelah. (R.P. Sidabutar, 1992).

        Palpasi
            Pemeriksaan dengan perabaan pada ginjal yang menimbulkan rasa tidak enak diperut , nyeri. (Soeparman, 1996).
        Perkusi
            Pemeriksaan dengan cara mengetuk untuk mengetahui kelainan organ melalui suara yang terdengar.(Soeparman, 1996)
        Auskultasi
            Pemeriksaan dengan cara mendengar bunyi atau irama jantung sehingga diketahui ada tidaknya hipertensi dan juga  terdengar bunyi ( bising ) peristaltik usus meningkat (Soeparman, 1996).

III.II DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.      Nyeri akut b/d agens cedera biologis
2.      Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d faktor biologis
3.      Intoleransi aktifitas b/d kelemahan umum

III.III NURSING CARE PLAN (NCP)
No
Diagnosa Kep
Rencana Keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil
Intervensi
1
Nyeri Akut b/d agen   Cedera biologis di tandai dengan:
Ds :
-          klien mengatakan merasa nyeri selama buang air kencing
-          klien mengatakan sulit beristirahat karena adanya nyeri

Do :
-  mata pasien kurang bercahaya
-  Pasien tampak gelisa
-  saat dilakukan pemeriksaan palpasi terasa nyeri


NOC:
v  Pain control

        Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam nyeri klien dapat teratasi dengan kriteria hasil:
v  Mampu mengontrol nyeri (tahu penyebab nyeri, mampu menggunakan tehnik nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri, mencari bantuan)
v  Melaporkan bahwa nyeri berkurang dengan menggunakan manajemen nyeri
v  Mampu mengenali nyeri (skala, intensitas, frekuensi dan tanda nyeri)
v  Menyatakan rasa nyaman setelah nyeri berkurang
v  Tanda vital dalam rentang normal
NIC :      
§  Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas dan faktor presipitasi
§  Monitor vital sign sebelum dan sesudah pemberian analgesik pertama kali
§  Berikan analgesik tepat waktu terutama saat nyeri hebat
§  Kolaborasikan dengan dokter jika ada keluhan dan tindakan nyeri tidak berhasil.
§  Ajarkan tentang teknik non farmakologi

2
Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d faktor biologis di tandai dengan:
Ds :
-          klien mengatakan mengalami penurunan nafsu makan

Do :
-          anoreksia
-          nousea
-          vomitus
-          bb menurun  dari 60 kg menjadi 49
-          pada pemeriksaan inspeksi membran mukosa terlihat pucat
-          pada pemeriksaan auskultasi terdengar bunyi peristaltik  usus meningkat


NOC :
v  Nutritional Status :
v  Weight control
KriteriaHasil :
v  Adanya peningkatan berat badan sesuai dengan tujuan
v  Berat badan ideal sesuai dengan tinggi badan
v  Mampu mengidentifikasi kebutuhan nutrisi
v  Tidak ada tanda tanda malnutrisi
v  Tidak terjadi penurunan berat badan yang berarti

Nutrition Management
v  Kaji adanya alergi makanan
v  Monitor jumlah nutrisi dan kandungan kalori
v  Berikan makanan yang terpilih ( sudah dikonsultasikan dengan ahli gizi)
v  Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan pasien.
v  Ajarkan pada pasien untuk penurunan berat badan
§   
3
Intoleransi Aktifitas b/d Kelemahan
Umum di tandai dengan:

Ds :
-          klien mengatakan cepat merasa lelah dan lemah

Do :
-          Dispneu



NOC :
v  Energy conservation
v  Self Care : ADLs
    
 Setelah dilakukan  perawatan 3x 24 jam diharapkan tidak ada lagi Intoleransi Aktifitas klien.Dengan Kriteria Hasil:
v  Berpartisipasi dalam aktivitas fisik tanpa disertai peningkatan tekanan darah, nadi dan RR
v  Mampu melakukan aktivitas sehari hari (ADLs) secara mandiri

NIC :
Energy Management
v  Kaji adanya factor yang menyebabkan kelelahan
v  Monitor nutrisi  dan sumber energi yang adekuat
v  Monitor pasien akan adanya kelelahan fisik dan emosi secara berlebihan
v  Kolaborasikan dengan Tenaga Rehabilitasi Medik dalam merencanakan progran terapi yang tepat.
v  Bantu klien untuk mengidentifikasi aktivitas yang mampu dilakukan
v  Ajarkan pada pasien untuk mengidentifikasi pembatasan klien dalam melakukan aktivitas




DAFTAR PUSTAKA

http://imoetimha.blogspot.com/2013/01/askep-tuberculosis.html
http://syuhadapoenya.blogspot.com/2012/11/pengertian-tb.html
http://www.scribd.com/doc/116016456/Tuberculosis-Extra-Pulmonal
http://coass-kita.blogspot.com/2012/06/tuberkulosis-ginjal.html
http://yvdhafkm09ump.blogspot.com/2012/05/tuberkulosis-adalah.html

2 komentar:

  1. terimakasih banyak infonya, sangat menarik sekali dan bermanfaat

    http://landongobatherbal.com/obat-herbal-infeksi-ginjal/

    BalasHapus